KBF di Rumah Radakng,Pontianak Diserbu Pengunjung

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 1241

KBF di Rumah Radakng,Pontianak Diserbu Pengunjung
Seorang pengunjung sedang membaca al Quran dan terjemahan di KBF di Rumah Radankng, Pontianak. (AMIRULLAH ASRI/SUARA PEMRED)
PONTIANAK, SP – Pada akhir pekan, gelaran Kalbar Book Fair (KBF) di Rumah Radakng, Jalan Sultan Syahrir, Kota Pontianak, dipenuhi pengunjung. Meski cuaca gerimis, mereka berjubel mendatangi pameran dan membeli buku-buku yang dijual murah.

KBF berlangsung mulai 26 Oktober - 1 November,  menjadi tren tersendiri bagi dunia perbukuan di Kalbar. Berbagai organisasi dan komunitas ambil bagian dalam pameran pada kegiatan tersebut.


Tak ketinggalan Kiki Amalia, dara manis kelahiran Pontianak 21 tahun silam, tampak asik menunggu stan pameran buku bersama rekannya Irfan. "Kita memang sedang mendapat giliran jaga stan hari ini," ungkapnya.

Kiki Amalia atau biasa disapa Kiki, adalah sarjana lulusan Matematika pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Tanjungpura Pontianak. “Stan ini milik organisasi kami yakni GenBI, saya dan Irfan memang anak beasiswa GenBI semasa kuliah,” ujarnya.

GenBI singkatan dari Generasi Muda Indonesia. Ini merupakan organisasi perkumpulan untuk mahasiswa yang menerima beasiswa dari Bank Indonesia. Jadi, keterikatan keduanya pada organisasi ini, tidak terbatas hanya pada saat masih menjadi mahasiswa saja. “Tapi sampai kita sudah selesai pun, kita tetap masih anggota," ceritanya.

Saat ditanya suka duka selama menjaga stan, Kiki mengaku lebih banyak sukanya. "Dukanya, ya paling ngantuk aja kalau siang, kalau sukanya ya banyak,” ujarnya.

Dia bisa kenalan dengan orang-orang yang datang berkunjung ke stan, bisa berjumpa kawan-kawan. “Yang pasti bisa sambil membaca buku," katanya.

Sementara, Irfan, rekannya mengaku tidak merasa terbebani dengan aktivitas menjaga stan. Sarjana lulusan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, kelahiran Sungai Awan, Kabupaten Ketapang ini mengatakan, sudah menjadi bagian dari tanggung jawab mereka sebagai anggota organisasi.

“Tidak terbebani, soalnya kita setiap hari di rolling. Dari jam sembilan pagi sampai jam tiga sore ganti orang. Nanti dari jam tiga sore sampai jam sembilan malam, orangnya lain lagi," tuturnya. (nan/and/sut)