Astra Motor Tour Malaysia bagi Pemenang Journalist Competition (bagian 2)

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 1235

Astra Motor Tour Malaysia bagi Pemenang Journalist Competition (bagian 2)
Jurnalis dari 10 kota di Indonesia, peserta Astra Motor Tour Malaysia, berfoto di ISC Malaysia, Minggu (30/10). (dok Astra Motor)

Sepang Langganan Masyarakat Indonesia
Menonton langsung MotoGP seri ke-17 di International Sepang Circuit (ISC), serasa melihat aksi rider seakan berada di tanah air. Itu karena, pencinta MotoGP kebanyakan warga Indonesia yang tinggal di Malaysia. Inilah cerita selanjutnya dari pemenang Journalist Competition Award 2016, mengikuti pagelaran balap motor terbesar di dunia ini secara live.   

MotoGP Malaysia di ISC, berlangsung Minggu (30/10) live race pukul 15.00 WIB.
Usai sarapan di lantai dua Dorsett Regency Hotel, 18 peserta Astra Motor Tour Malaysia langsung memasuki Bas Pesiaran, untuk berangkat ke ISC.   Dari Dorsett Regency Hotel di Jalan Imbi Pudu 55100, Kuala Lumpur ke ISC sejatinya bisa ditempuh kurang lebih satu jam. Namun saat penyelanggaraan MotoGP, membutuhkan waktu tempuh hingga dua jam, lantaran macet.

Jalanan menuju ISC, padat merayap dan menariknya dari ribuan pengunjung, kebanyakan dari Indonesia. Mereka berbondong-bondong datang ke negeri Jiran, guna mendukung pembalap MotoGP kesayangannya.   ”Rata-rata setiap tahunnya kurang lebih sekitar 15.000 penonton dari Indonesia. ISC sendiri bisa menampung sekitar 130 ribu penonton. Jadi, Indonesia termasuk penonton yang terbesar,” ujar Mr Azhari, lokal tour guide, yang mendamping peserta.  

Untuk menyaksikan kompetisi balap terbesar di tanah air tersebut, setidaknya seorang penonton dari Indonesia menyiapkan uang sekitar Rp3,5 juta. Angka tersebut sudah termasuk tiket pesawat PP Jakarta-Kuala Lumpur, penginapan empat malam tiga hari, tiket nonton MotoGP dan akomodasi untuk beberapa destinasi wisata selama di Malaysia.  

“Tidak kurang dari angka tersebut. Oleh karena itu, bisa dibayangkan betapa besarnya pemasukan bagi Malaysia saat penyelenggaraan MotoGP setiap tahunnya,” papar Azhari.  

Ada yang menarik saat para peserta Astra Motor Tour Malaysia berangkat dan pulang dari ISC. Walau jalanan sempat macet, masyarakat Malasyia yang menggunakan jalan, sangat patuh dan tertib pada aturan berlalu lintas. Baik roda dua maupun roda empat. Mereka tetap melaju pasa sesuai jalurnya masing-masing.

Bahkan sama sekali tidak ada riuhnya hingar bingar suara klakson mobil maupun motor layaknya di Indonesia.   “Kalau di Malaysia, pengendara maupun pengemudi membunyikan klakson, bisa dibilang orang gila. Di sini jalan tol bisa dipakai oleh pengendara sepeda motor, yang diberi lintasan di pinggir jalan atau kalau di Indonesia adalah bahu jalan,” ujar pria yang berbadan tambun tersebut.  

Masyarakat Malaysia, patut berbangga karena negaranya menjadi satu di antara 19 negara penyelenggara perhelatan MotoGP, tepatnya di ISC. Sirkuit ini dibangun dengan didesain khusus untuk kecepatan dan balapan yang menarik. ISC merupakan satu lintasan terbaik di dunia.  

Kompleks seluas 2.300 hektar ini juga menyediakan hotel, pusat perbelanjaan, lapangan gol dan fasilitas olahraga lainnya yang konstruksinya telah menghabiskan 50 juta Poundsterling dalam tempo 14 bulan. Untuk lokasinya sendiri, hanya berjarak sekitar 15 Km sejak turun dari parkir pesawat di Kuala Lumpur International Airport.  

“Ini kesempatan langka, bisa menyaksikan secara langsung MotoGP. Kita bisa merasakan lajunya pembalap saat melintas di depan tribun penonton,” ujar Abdul Jabbar, jurnalis Ujung Pandang Expres Makasar, yang menjadi peserta tour ini.  

Selain menyaksikan pagelaran MotoGP di ISC, para peserta Astra Motor Tour Malaysia, diajak mengunjungi beberapa destinasi wisata di Malaysia. Tepatnya pada hari ke tiga, Senin (1/11).

Setidaknya ada empat hingga lima destinasi wisata ternama di Kuala Lumpur dan Malacca, antara lain Menara Petronas, Istana Sultan Malaysia, Dataran Merdeka Kuala Lumpur, Kuala Lumpur Tower, dan Butik Cokelat. (aep mulyanto/bersambung)