Selasa, 17 September 2019


Sister City, Komitmen Denmark dengan Pemkot Pontianak

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1284
Sister City, Komitmen Denmark dengan Pemkot Pontianak

GRAFIS (SUARA PEMRED/ MEGA)

PONTIANAK, SP – Kota Pontianak, bakal menjadi kembarannya Kota Kopenhagen, Denmark. Demikian, pembahasan bentuk kerjasama bilateral antara Pemkot bersama Pemerintah Denmark, yang berkomitmen menerapkan konsep sister city, atau kota kembar terhadap dua kota tersebut. 

"Kota Pontianak dan Kopenhagen, Denmark, dilihat dari luas wilayah dan populasi penduduk tidak terlalu jauh berbeda. Dengan kemiripan itulah kami berharap potensi ini bisa menjadi bagian kerja sama sister city," kata Casper Klynge, Duta Besar Denmark untuk Indonesia yang diutarakan kepada Wali Kota Pontianak, Sutarmidji saat kunjungan kerja ke Pontianak, Jumat (4/11).

Dia menjelaskan, untuk menindaklanjuti kerja sama itu, pihaknya akan mengundang salah satu staf dari Denmark untuk mengikuti study tour, sehingga mendapatkan inspirasi terkait pola kerja sama serta kebutuhan bantuan tekonologi yang dapat diberikan  oleh pemerintah Denmark untuk Pontianak.

Casper mengungkapkan kunjungan kerja tersebut juga dalam rangka mempromosikan solusi perkotaan yang berkelanjutan dan nyaman dihuni. Casper mengatakan, mempromosikan solusi berkelanjutan di berbagai sektor sangat penting. Tidak hanya berkaitan transisi hijau dan mendukung ambisi energi di Indonesia, tetapi juga untuk meningkatkan kenyamanan hidup di kota-kota besar di seluruh negeri.

Menurut dia, dipilihnya Kota Pontianak sebagai tujuan kunjungan, sebab kota ini lebih tertata dan tantangan dalam pengelolaan kota yang dihadapi memiliki kemiripan.

"Selain dari sisi manajemen kotanya baik, juga seiring dengan salah satu program Wali Kota Pontianak, Sutarmidji yang menjadikan Kota Pontianak lebih nyaman untuk bermukim, dan hal seperti itulah yang menjadi fokus Denmark," ujarnya.

Selain itu, tujuan kunjungan itu, juga untuk menjajaki kerjasama yang bisa dibangun antara Pontianak dan Denmark. "Apakah itu dibidang energi terbarukan, pengelolaan sampah dan air limbah, solusi kota pintar ataupun lainnya," ujar Casper.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak, Sutarmidji berharap, penanganan masalah perkotaan yang berhasil dilakukan Denmark, bisa diterapkan di Pontianak pula. Misalnya saja, terhadap permasalahan penataan sungai yang sudah baik di sana tetapi masih mengalami banjir. Namun Denmark mampu mengatasi persoalan tersebut sehingga banjir tidak terjadi lagi.
"Penanganan-penanganan seperti itu yang akan kami ambil," katanya.

Selain itu, Sutarmidji menyebutkan, dalam pertemuan dengan Dubes Casper, pihaknya juga membahas kerja sama di bidang pendidikan, lingkungan hidup dan kerajinan."Sudah ada beberapa produk kita yang bisa dipasarkan di sana karena sudah ada semacam agen di sana yang mau bekerja sama untuk memasarkan produk-produk UKM kita," kata Sutarmidji.

Kedatangan Dubes Denmark ini, juga dirangkaikan dengan pemberian kuliah umum di Universitas Tanjungpura Pontianak. Kuliah umum yang disampaikan terkait smart city tersebut, dianggap sebagai kegiatan positif dalam memberikan pencerahan kepada generasi muda.
 (ova/and/sut)