Senin, 23 September 2019


Konsep Disdikbud Kalbar Jadi Rujukan Kurikulum PAUD

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1069
Konsep Disdikbud  Kalbar Jadi Rujukan Kurikulum PAUD

Ilustrasi

PONTIANAK, SP – Konsep dan pemikiran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat, menjadi salah rujukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di dalam menyusun Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

"Konsep yang sudah disusun,  diterima Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kemudian dilakukan perbaikan tim teknis, agar diberlakukan di seluruh Indonesia," kata Aleksius Akim, Kadisdikbud Kalbar  Rabu (23/11). 

Menurutnya, pentingnya materi Kurikulum PAUD bagi anak pada saat usia antara 0-6 tahun, karena otak berkembang sangat cepat hingga 80 persen. Pasalnya, pada usia tersebut,  otak menerima dan menyerap berbagai macam informasi, tidak melihat baik dan buruk. 

“Itulah masa-masa yang dimana perkembangan fisik, mental maupun spiritual anak akan mulai terbentuk. Karena itu, banyak yang menyebut masa tersebut sebagai masa-masa emas anak (golden age),” ujar Akim.

Berdasarkan hasil penelitian sekitar 50 persen kapabilitaas kecerdasan orang dewasa telah terjadi ketika anak berumur 4 tahun, delapan persen telah terjadi perkembangan yang pesat tentang jaringan otak ketika anak berumur 8 tahun.

Kemudian lanjut Akim, mencapai puncaknya ketika anak berumur 18 tahun, dan setelah itu walaupun dilakukan perbaikan nutrisi tidak akan berpengaruh terhadap perkembangan kognitif. Hal ini berarti perkembangan yang terjadi dalam kurun waktu 4 tahun pertama sama besarnya dengan perkembangan yang terjadi pada kurun waktu 14 tahun berikutnya. 
 
“Sehingga periode ini merupakan periode kritis bagi anak, dimana perkembangan yang diperoleh pada periode ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan periode berikutnya hingga masa dewasa. Sementara masa emas ini hanya datang sekali, sehingga apabila terlewatkan berarti habislah peluangnya,” ujar Akim. (aju)