Penindakan Parkir Liar dan Jukir Nakal Masih Setengah Hati

Ponticity

Editor Soetana hasby Dibaca : 960

Penindakan Parkir Liar dan Jukir Nakal Masih Setengah Hati
Ilustrasi

PONTIANAK, SP – Sahabat Institute Kalimantan Barat menilai penindakan terhadap parkir liar dan penarikan retribusi parkir di atas retribusi resmi oleh juru parkir (Jukir), masih setengah hati. Realitanya, praktik parkir liar dan juru parkir meminta retribusi bagi pemilik kendaraan di atas retribusi resmi masih terjadi dan mudah ditemukan.

"Coba lihat sekarang, masih banyak juru parkir yang menerapkan tarif dua ribu untuk motor," kata Koordinator Bidang Kebijakan Publik Sahabat Institute Kalbar, Muammar.

Kalau memang tegas, kata dia, tindakan hukum seperti Tipiring (tindak pidana ringan) harusnya diterapkan. "Memang ancamannya Tipiring, tapi kenyataannya dinas terkait hanya melakukan pembinaan. Sudah tahu masih terjadi, harusnya tindak tegas biar menjadi contoh untuk juru parkir nakal lainnya," ujar Muammar.

Dia mengatakan, penerapan tarif oleh oknum jukir seringkali melebihi aturan dan seringkali dibarengi dengan paksaan. "Ini sudah bisa dikategorikan pungli dan tindakan premanisme. Kalau dibiarkan, publik akan selalu merasa resah," ujar dia.
Praktik itu kerap dialami sejumlah pemilik kendaraan di antaranya di kawasan  Jalan Imam Bonjol, Jalan Hijas, Kecamatan Pontianak Selatan.

Kadishub Kominfo Kota Pontianak, Utin Srilena mengakui masih adanya jukir yang menarik retribusi melebihi ketentuan. Dia meminta warga membantu Pemkot untuk memberantas praktik tersebut.

Caranya, warga bisa memfoto kejadian atau oknum jukir yang meminta tarif parkir motor lebih dari seribu rupiah. "Difoto, sampaikan ke kami. Kami akan cek," ujarnya Selasa (22/11).

Utin menegaskan, tarif parkir untuk kendaraan bermotor sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2011. Untuk kendaraan roda dua dikenakan Rp 1.000, roda empat Rp 2.000, dan roda enam Rp 6.000.

"Kita akan selalu mengawasi dan melakukan razia sampai masyarakat tidak resah lagi," ujar dia.  (umr)

Komentar