Senin, 14 Oktober 2019


Kapolda Kalbar: Pelanggar Lalulintas Didominasi Karyawan Swasta

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 814
Kapolda Kalbar: Pelanggar Lalulintas Didominasi Karyawan Swasta

Ilustrasi

PONTIANAK, SP – Jajaran Polda Kalbar melakukan penindakan melalui dokumen surat berupa bukti pelanggaran atau tilang  terhadap 11.064 pelanggar lalulintas dan 4.330 pengguna jalan ditegur pada Operasi Zebra Kapuas (OZK) yang digelar 16 hingga 29 November 2016 .

Pelanggar didominasi karyawan swasta, disusul pelajar dan mahasiswa 2.534. pelanggar,  Aparatur Sipil Negara (ASN) 488 pelanggar, sopir 228 sopir  dan lain lain 924 pelanggar.

"Pelanggaran yang paling tinggi didominasi karyawan swasta mencapai 6.890 pelanggar," kata Kapolda Kalbar Irjen Pol Musyafak  didampingi Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Suhadi, Kamis (1/12).

Kapolda memaparkan korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas dibandingkan tahun sebelumnya mengalami pergeseran dan penurunan yang sangat signifikan. Dimana pada tahun 2015 ketika dilaksanakan OZK terjadi 45 kasus kecelakaan Lalu Lintas.

Pada OZK 2016 ada 11 kasus, meninggal dunia dari 16 orang turun menjadi 5 orang, demikian juga  korban luka berat dari 40 orang turun menjadi 8 orang, kerugian materiil  mengalami penurunan  dari Rp124.275.000 turun menjadi Rp 69.600.000.

Menurut Kapolda OZK 2016 bisa dikategorikan berhasil, karena targetnya telah tercapai, angka korban meninggal dunia dan luka berat alami penurunan.
 
Diungkapkan Musyafak, gambaran dinamika operasional lalu lintas, dimana  penindakan tilang dalam Operasi Zebra mengalami kenaikan sebesar 1.572 perkara atau16,56 persen bila dibandingkan dengan tahun 2015 dan penindakan pelanggaran dengan teguran mengalami kenaikan 2.900 perkara atau 202,8 persen. 

“Bila dibandingkan pelaksanaan Operasi Zebra Kapuas 2015 jumlah kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan 34 kasus atau75,56 persen, korban meninggal dunia turun 11 orang atau -68,75 persen,  korban luka berat turun 32 orang atau kurang dari -80 persen, korban luka ringan turun 29 orang atau 100 persen dan kerugian materiil juga mengalami  penurunan Rp56.675.000 atau 44 persen,” ujar Musyafak.

Musyafak mengatakan, keberhasilan OZK 2016 tetap dipertahankan, agar angka kecelakaan lalu lintas korban fatal dapat diminimalisir. (aju)