Jumat, 13 Desember 2019


Dinas PTHP: Kalbar Pantau Benih Cabai Mengandung Bakteri dari RRC

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 753
Dinas PTHP: Kalbar Pantau Benih Cabai Mengandung Bakteri dari RRC

Ilustrasi

PONTIANAK, SP – Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat (DPTHP Kalbar), tengah melakukan pemantauan terhadap benih cabai dari Republik Rakyat Cina (RRC) yang dikategorikan mengandung bakteri membahayakan kesehatan tanaman pangan lainnya.

Beberapa waktu lalu, polisi telah menangkap empat warga RRC di Bogor, Provinsi Jawa Barat, karena membudidaya tanaman cabai mengandung bakteri berbahaya jenis Erwinia Chrysantemi, organisme pengganggu tanaman karantina (OPTK) A1 Golongan 1.

“Satuan Kerja Perangkat Daerah yang mengurus bidang pertanian tanaman pangan dan hortikultura di lingkungan Pemprov Kalimantan Barat, sudah diingatkan untuk melakukan pemantauan terus-menerus di lapangan,” kata Hazairin, Kepala DPTHP Kalbar, Rabu (14/12).

Hazairin mengungkapkan Pemprov Kalbar sudah diinstruksikan Kementerian Pertanian melakukan pemantauan benih  tanaman cabai dari RRC yang bisa merusak tanaman lainnya.

Menurut Hazairin, Kalbar tidak perlu mendatangkan bibit cabai dari luar negeri, karena klon lokal cukup memenuhi kebutuhan konsumen di tingkat pasar.

Diungkapkan Hazairin, kalaupun pasokan kurang, biasanya mekanisme pasar di Kalimantan Barat, mendatangkan cabai produksi petani di wilayah Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah, sehingga tidak mesti mendatangkan dari luar negeri.

Hazairin menjamin semua petugas karantina dapat melaksanakan tugasnya,  baik di pelabuhan darat, udara dan laut, guna mengantisipasi beredarnya bibit cabai mengandung bakteri asal RRC di Kalbar. (aju)