Melestarikan Tradisi Terak Bulen di RBM, Kalbar

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 895

Melestarikan Tradisi Terak Bulen di RBM, Kalbar
KUMPUL- Ratusan warga berkumpul di Rumah Budaya Madura, di Jalan Selat Panjang, Parit Nenas, Selasa (13/12). (SP/ Umar Faruq)
Di bawah sinar rembulan, malam ke-15 bulan purnama pada perhitungan kalender Hijriyah, bagi masyarakat Madura adalah salah satu momentum istimewa untuk berkumpul, baik itu bersama keluarga maupun dengan tetangga.   Hal yang mereka lakukan di bawah sinar bulan adalah apol-kompol (berkumpul) dan kerap dilakukan di taneyan (halaman rumah).  

Kadangkala sekadar untuk bersenda gurau sembari ngobrol santai tentang aktivitas sehari-hari, diskusi, atau bahkan sebagai ajang pagelaran budaya. Warga Madura menyebutnya dengan tradisi Terak Bulen atau terang bulan.
 

Seiring perkembangan zaman, tradisi tersebut mulai memudar. Perpindahan dari tempat asal ke daerah lain, acapkali menjadi faktor orang Madura lupa dengan tradisi leluhurnya itu.  

Guna melestarikannya kembali, Ikatan Keluarga Besar Madura (IKBM) Kalimantan Barat, untuk pertama kalinya menggelar tradisi Terak Bulen, di Rumah Budaya Madura Kalbar, di Jalan Selat Panjang, Parit Nenas, Selasa (13/12) malam.
 

Dalam kegiatan yang dirangkai dengan acara Maulid Nabi tersebut, ratusan warga Madura hadir dari berbagai daerah.   "Tradisi Terak Bulen yang pertama kalinya ini, diisi dengan kajian keagamaan yang menghadirkan Pakar Aswaja Center NU Jawa Timur, Kyai Ma'ruf Khozin," ujar Sekretaris Umum IKBM Kalbar, Subro.  

Ia menjelaskan, pada saat terang bulan khususnya bulan purnama, kebiasaan orang Madura keluar rumah bersama sanak keluarga dan tetangga sekitar.  

"Dengan riang gembira, orang Madura keluar rumah. Biasanya diisi dengan bersenda gurau, diskusi, kegiatan budaya dan lain sebagainya," terang dia.  

Tujuan dari kegiatan ini, jelas dia, selain sebagai peringatan hari lahirnya Nabi Muhammad SAW, tidak lain untuk menghidupkan kembali tradisi yang hampir terlupakan.  

Untuk merutinitaskan tradisi tersebut, Ketua Umum IKBM Kalimantan Barat, Sukiryanto, meresmikan perkumpulan yang diberi nama Majelis Terak Bulen.   Dalam sambutannya, Sukir mengapresiasi majelis tersebut.

Menurutnya, Indonesia kaya akan tradisi dan budaya. Maka dari itu, sebagai bangsa yang berbudaya, selayaknya tradisi seperti ini terus dikembangkan.   "Terutama kalangan muda, harus bangga dengan tradisi yang ada," pungkasnya. (umar faruq/jee)