Selasa, 17 September 2019


Progres Proyek Jembatan Kapuas 3, Herlan: Tahap Akhir Feasibility Study

Editor:

Soetana Hasby

    |     Pembaca: 1820
Progres Proyek Jembatan Kapuas 3, Herlan: Tahap Akhir Feasibility Study

GERTAK SATU - Pengendara motor melintasi jembatan Gertak Satu di Jalan Pak Kasih, Kota Pontianak, yang telah dipugar oleh Pelaksana Jalan Nasional Wilayah I Kalimantan Barat. (SP/Umar Faruq)

PONTIANAK, SP – Pembangunan jembatan Kapuas 3, yang menghubungkan Kabupaten Kubu Raya dengan Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, kini memasuki tahap akhir feasibility study.

Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Kalimantan Barat, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII, Ir. Herlan Hutagaol M. Eng menyatakan, tahapan feasibility study (studi kelayakan) di antaranya menganalisis dampak sosial pembangunan pada masyarakat.

“Sekarang masih tahapan feasibility study. Ini untuk melihat sosiologi di masyarakat,” ujar Herlan, Senin (19/12).

Ditegaskannya, penilaian itu penting untuk mengukur dampak positif pembangunan jembatan Kapuas 3, terutama  pada pergerakan ekonomi hajat orang banyak. Dampak lainnya, sebagai pengurai kemacetan lalulintas.

Jembatan Kapuas 3 dari Desa Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya, ke Desa Wajok, Kabupaten Mempawah, yang membelah sungai Kapuas, rencananya memiliki panjang sekitar 420 meter.

BERITA TERKAIT:
Oesman Sapta: Jembatan Kapuas III dapat Menghidupkan Perekonomian


“Diharapkan, tahapan itu selesai di tahun depan, tahun 2017,” kata Herlan, yang juga Ketua Umum Institut Karate-do Indonesia (INKAI) Kota Pontianak.

Dengan penyelesaian tahapan feasibility study, Herlan melanjutkan akan disusul perencanaan pembangunan pada Detail Engineering Design (DED). “Nah, ini akan disesuaikan dengan anggaran yang murni dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN),” ujar pemegang sabuk hitam DAN tiga itu.

 Di tahun depan, kata Herlan, sejumlah proyek pembangunan bersifat multi year akan dilakukan di Kalimantan Barat.

Selain jembatan Kapuas 3, ujar pelatih karate Kodam XII/Tanjungpura itu, pembangunan duplikat (pararel) jembatan Landak, Jalan Sutan Hamid II Kota Pontianak, proses pembangunannya akan dimulai.

“Duplikat jembatan Landak kini proses DED,” ujar Herlan yang menanggungjawabi pembangunan di wilayah Pontianak-Galing, Sambas dan Pontianak  hingga batas Kalimantan Tengah.

Dia juga mengungkapkan, pembangunan dan pemugaran jembatan yang telah rampung serta rencana pembangunan Jembatan Kapuas 3, dan duplikat Jembatan Landak, berkat andil utusan daerah Kalimantan Barat, Oesman Sapta. “Ini berkat andil bapak Oesman Sapta,” ungkapnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta  menegaskan  pembangunan jembatan Kapuas 3, merupakan wujud dari prinsip nawacita Presiden Joko Widodo.

Ditegaskan Oesman, pembangunan di Kalimantan Barat bagian dari masa depan bangsa. “Kelihatannya sederhana, tapi sebenarnya ini adalah kebangkitan bagi Kalbar. Karena kalau Jawa masa lalu, Sumatera masa kini, maka Kalimantan adalah masa depan. Mari kita laporkan kepada presiden bahwa ini saatnya pembangunan untuk Kalimantan,” kata Oesman dalam kunjungan kerjanya di lokasi pembangunan jembatan pada awal Mei lalu.

Telah Rampung
Sementara pembangunan dan pemugaran dua jembatan dengan anggaran APBN 2016, telah selesai sejak Oktober 2016 lalu.

Anggota PPK Aur Kuning Nanga Tayap, Ir. Iwan Nugraha menjelaskan pembangunan Jembatan Gertak Satu di Jalan Pak Kasih, dan Jembatan TPI, merupakan satu paket pengerjaan senilai Rp 19,5 miliar yang dikerjakan oleh pihak rekanan.

 Jembatan Gertak Satu, Iwan menjelaskan dibangun ulang karena kondisinya sudah rawan akibat lalulintas kendaraan dengan tonase tinggi. Kini kondisinya lebih baik dan lebih lebar. “Jembatan Gertak Satu panjangnya 20 meter dengan lebar 19,5 meter,” ujar dia.

“Pembangunan penggantian, existing, jembatan TPI dengan panjang 20 meter dan lebar 15 meter, juga sudah selesai,” tegas Iwan. 

Kedua jembatan itu, menurut Iwan, konstruksinya mampu menahan beban, tonase yang  lebih besar dengan masa kelayakan 100 tahun. (umr)

Baca Juga:
Razia, 7 Orang Diamankan Petugas

Inilah 3 Kawasan Industri Perikanan di Kalbar

BBM Langka, Ini Komentar Anggota DPRD Melawi