Pemukiman Kumuh di Kota Pontianak Seluas 66 Hektar

Ponticity

Editor Soetana hasby Dibaca : 1884

Pemukiman Kumuh di Kota Pontianak Seluas 66 Hektar
PEMUKIMAN - Salah satu kawasan pemukiman di tepi sungai Kapuas di Kota Pontianak. (SP/Dok)
PONTIANAK, SP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pontianak mencatat hingga tahun 2016, kawasan pemukiman kumuh bersisa 66 hektar. Jumlah ini menyusut dibanding dua tahun sebelumnya.

Dalam data tersebut, Bappeda mengategorikan seluas 39,95 hektar merupakan kawasan kumuh berat, dan 26,11 hektar kawasan kumuh sedang.

Menurut Wakil Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, luasan kawasan pemukiman kumuh terus mengecil dibanding tahun sebelumnya.

“Tahun 2014, luas kawasan kumuh kota mencapai ratusan hektar,” ujar Edi.

Usai menghadiri Forum Konsultasi 2, Percepatan Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan Kota Pontianak di Hotel Transera, Jumat (23/12). Edi kepada wartawan, mengatakan, sebaran kawasan kumuh berada di wilayah pinggiran sungai Kapuas.

“Hingga saat ini luasnya terus berkurang. Kawasan kumuh didominasi wilayah pinggiran sungai. Kawasan terluas di Siantan Tengah, Banjar Serasan, Sungai Beliung,” kata Edi.

Sejumlah faktor penyebab kawasan kumuh, di antaranya penghasilan penduduk rendah, masalah pendidikan dan keahlian yang dimiliki warga masih kurang.

Pemkot Pontianak, kata Edi, telah melakukan sejumlah program terkait persoalan pemukiman kumuh.

“Dulu ada program Kampung Entertaiment Project, P2KP, perbaikan jalan lingkungan. Yang terbaru ini, Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), yang ingin membuat nol persen wilayah kumuh,” ujar Edi.

Dikatakannya, tahun 2017 pemerintah menganggarkan Rp 3 miliar dari Departemen PU. Selain itu, ada bantuan dari pusat untuk pembangunan jalan paralel Tambelan Sampit kurang lebih Rp 34 miliar dan untuk pengerjaan kawasan Beting Rp16 miliar.

“Terus ada program Kota Baru Pontianak yang totalnya itu Rp 4,6 triliun. Nah, ini kalau kita bisa percepat DED (design engeneering detail), dan ini anggaran pusat. Jadi akan mengubah wajah kawasan pinggiran Sungai Kapuas dan sekitarnya,” imbuh Edi. (bls/and)

Baca Juga:
Pencatut Nama Kombes Andreas Gagal Tipu Anguan
Permintaan Daging Babi Meningkat

Banom NU Sekadau Bersihkan Gereja