Sita Mobil Mewah, Polda Kalbar Selidik Pungli di Pelabuhan

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 1335

Sita Mobil Mewah,  Polda Kalbar Selidik Pungli di Pelabuhan
MOBIL MEWAH- Mobil mewah merk BMW tanpa dokumen, diduga kuat berasal Malaysia, di Pelabuhan Dwikora Pontianak, yang telah diamankan Ditreskrimsus Polda Kalbar. (SP/Ist)
PONTIANAK, SP – Polda Kalbar menyita satu unit kontainer bernomor polisi KB 9949 AM, yang membawa mobil mewah merek BMW tanpa dokumen, diduga kuat berasal Malaysia, di Pelabuhan Dwikora Pontianak. Kontainer ini, telah diamankan sejak Kamis (5/1), oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalbar yang dipimpin oleh AKBP Sardo M Pardamean Sibarani.

“Yang mana manifest kontainer ini diperuntukkan mengangkut barang campuran, namun setelah kita lihat sebuah mobil BMW, dan ini akan kita kembangkan lagi,” ungkap Kapolda Kalbar, Irjen Pol Musyafak, di Mapolda Kalbar.  

Selain kendaraan, polisi juga mengamankan supir berinisial OQ. Kontainer bernomor KMSU 220128-8-22 G1 yang dia bawa tersebut sudah tersegel oleh ekspedisi APP.  "Setelah disegel, anggota membuka ternyata benar berisi mobil mewah jenis sedan BWM yang tidak ada nomor polisinya," ujar Musyafak.

Hingga saat ini, pihak ekspedisi dan kontainer masih belum bisa menjelaskan, apa isi dan barang serta tujuan kontainer. Sehingga mereka belum bisa ditahan.
Sementara itu, terkait dugaan adanya keterlibatan pihak ekspedisi dan pelabuhan, masih diselidiki lebih lanjut.  

Namun Musyafak menegaskan pihaknya tidak memberi ampun jika ditemukan adanya praktik pungutan liar (Pungli) dalam kasus ini.
Terkait sanksi yang diberikan, kata Musyafak akan dikenakan Pasal 111 Jo Pasal 47 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dengan ancaman penjara maksimal lima tahun dan denda Rp 5 miliar.

Serta pasal 102 Undang-undang Nomor 17 tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan dengan ancaman penjara maksimal 10 tahun dan denda Rp50 juta hingga Rp5 miliar.

“Ini jika dari Malaysia akan dikenakan UU tersebut, namun ini masih belum diketahui kita masih menyelidikinya,” terangnya.

Sementara itu, pihak perusahaan kontainer, Ria menyebutkan tidak memiliki kewenangan untuk memeriksa barang yang terdapat di dalam kontainer mereka. Sebab hal tersebut sudah dilakukan berdasarkan Shipping Intstuction (SI). 
“Jadi kita hanya menyewakan saja, terkait barang di dalamnya kita tidak mengetahui, sebab setelah disewa kontainernya disegel,” sebutnya.

Sopir kontainer, OQ  berkilah tidak mengetahui isi kontainer yang dia bawa. “Memang saya tidak mengetahui isi dari kontainer yang saya angkut, sebab untuk surat yang diberikan tidak dicantumkan isi dari kontainer,” singkatnya.

Di sisi lain, Polda Kalbar juga mencurigai mobil mewah tersebut juga memuat narkoba jenis sabu-sabu. Pasalnya, anjing pelacak saat mengendus ke dalam mobil itu menggaruk-garuk bagian persneling mobil atau pengaturan gigi mobil.

"Sehingga atas dugaan itu, maka akan kami tindak lanjuti lagi, apakah memang ada barang haram, seperti sabu-sabu di dalam persneling mobil tersebut," ungkapnya. (ova/ant/aju/and)