Adang Layangkan Gugatan ke Mahkamah Partai Golkar

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 904

Adang Layangkan Gugatan ke Mahkamah Partai Golkar
GRAFIS (Dok. Suara Pemred)
PONTIANAK, SP – Adang Gunawan, mantan Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mengajukan gugatan ke Mahkamah Partai Golkar atas keputusan pemecatan dirinya. Pasalnya, kebijakan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar dianggap tak melalui mekanisne yang benar.

“Sebagai mantan sekretaris yang dicopot semena-mena, saya tetap akan malakukan perlawanan dengan cara hukum,” kata Adang.

Menurut Adang, sebagai kader yang loyal, pencopotan dirinya dari tampuk pimpinan partai berlambang pohon beringin telah menyalahi aturan dan tak sesuai mekanisme partai.

BERITA TERKAIT:
Adang Melawan, Dicopot dari Jabatan Sekretaris DPD Partai Golkar Kalbar 

Selain merasa terzalimi, Adang berpendapat bahwa tuntutan yang diajukannya juga sebagai upaya untuk menyelamatkan marwah partai, yang menurutnya kini telah melenceng jauh dan berpotensi mengakibatkan kehancuran Partai Golkar.

“Sistem sudah mulai hilang. Juklak sudah tidak dipakai dan hanya untuk kepentingan oknum tertentu. Ini yang akan saya tegakan. Jika Partai Golkar seperti ini, jangan harap bisa kuat apalagi bertahan. Saya selaku kader yang sering ikut pengkaderan harus juga bertanggung jawab untuk menegakan sistem,” imbuh Adang.

Adang mengaku, gugatan yang dilayangkan juga telah mendapatkan restu dari organisasi di tingkat DPP Partai Golkar. Kader diizinkan mengajukan keberatan ke mahkamah partai politik jika tidak puas dengan keputusan partai.

“Gugatan sudah teregistrasi tanggal 1 Februari lalu,” katanya.

Melalui gugatan yang disampaikan, Adang meyakinkan bahwa nantinya akan muncul gugatan lain yang akan dilayangkan oleh pengurus Partai Golkar di Kalbar lainnya yang diyakini juga mengalami hal serupa seperti dirinya.

Sementara, Ketua Bidang Hukum DPD Partai Golkar yang juga penasihat hukum Adang Gunawan, Sahri menjelaskan, terdapat tiga poin gugatan yang disampaikan ke Mahkamah Partai.

“Dalam hal ini adalah hak Pak Adang Gunawan sebagai pemohon ,” kata dia.  (jee/ind)