Proyek Pembangunan Puri Pujangga Mangkrak

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 1684

Proyek Pembangunan Puri Pujangga Mangkrak
BANGUNAN- Puri Pujangga, tepat berada di belakang Rumah Adat Melayu, Kota Pontianak, Kalbar. (SP/ Umar Faruq)
PONTIANAK, SP - Proyek pembangunan  gedung empat lantai, Puri Pujangga, milik Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalbar mangkrak. Sejak tahun 2012 sampai sekarang, gedung ini tidak terawat. Pembangunannya menggunakan dana  APBD Kalbar senilai Rp 20 miliar lebih.  Rencananya, gedung ini akan dijadikan tempat berkumpul dan berkreasi para budayawan dan pemuda Melayu Kalbar.

Ketua MABM Kalbar, Chairil Effendi, kala itu menyebutkan pembangunannya gedung ini menelan anggaran sekitar Rp21 miliar lebih. Proyek ini merupakan usulan dari MABM Kalbar dan disetujui oleh pemerintah dan DPRD Kalbar.
Dalam Puri Pujangga itu nantinya akan dilengkapi  penginapan, kantor organisasi Melayu, ruang pameran kesenian yang bersifat multiguna.

Chairil menambahkan, sejauh ini proses pembangunan hotel sampai saat ini belum bisa diselesaikan lantaran kekurangan anggaran dari pihak Pemrov Kalbar. Dari rincian Chairil, agar proyek hotel ini bisa terealisasi, dibutuhkan dana sekitar Rp 8 miliar.  

Kenyataannya, pada 2014 Dinas Pekerjaan Umum, Kalbar justru mengalokasikan dana Rp 1 miliar. Anggaran sebesar itu hanya baru bisa memasang ventilasi, pintu, kaca jendela, dan beberapa furniture lainnya. Sejak 2014
hingga sekarang, bantuan yang ditunggu tak kunjung datang.

Suara Pemred melakukan observasi ke dalam gedung. Terlihat,  sama sekali tak ada aktivitas kerja. Tampak dinding banyak retak. Bahkan beberapa bagian tampak kumuh dan berlumut. Tidak itu saja, pada bagian lantai porselen banyak yang retak. Belum lagi sampah makanan yang berceceran di dalam gedung.

Wakil Sekretaris Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalbar, Budiman Tahir mengatakan, Puri Pujangga selama ini didanai oleh Pemprov Kalbar. Lantaran bantuan tak lagi dikucurkan, akibatnya pembangunan mangkrak. "Itu dibangun oleh Pemerintah Daerah di lahan kita. Memang nanti akan diserahkan kepada kita. Sampai berapa tahun ini putus bantuan dari provinsi, maka kita sedang mencari sponsor," terang Budiman.  

Bila penginapan yang rencananya akan diberi nama Puri Pujangga ini kelak rampung dibangun, ia mengatakan, tidak hanya sebagai tempat menginap tapi juga difungsikan untuk berbagai kebutuhan masyarakat.    "Di kawasan ini nantinya inklud. Di sini orang menginap, di sini orang beracara, di sini orang berbelanja, semuanya bernuansa Melayu," ujarnya.   

Sambil menunggu proses itu jalan, MABM Kalbar sekarang menyediakan beberapa kios di lingkungan Rumah Melayu. Tujuannya  sebagai salah satu pendapatan di internal MABM yang di kelola oleh suatu badan. Pendapatan yang masuk, sebagian diperuntukkan pada pembangunan.  

"Karena kita juga masih membangun beberapa bangunan seperti masjid, kita perlu dana. Nah, dana kita selama ini dari swadaya, dari kawan-kawan puak Melayu yang datang ke sini menghibahkan beberapa uangnya untuk membangun itu," katanya.  

Hasil dari salah satu sumber pemasukan tersebut, terangnya, juga dimanfaatkan untuk pembangunan lainnya. Yang akan dibangun antara lain pusat jajanan, karya seni kebudayaan Melayu dan lain sebagainya  

"Sehingga ini jadi suatu kawasan yang komplit. Bahkan kita merencanakan di (ruang) atas itu ada Balai Pustaka Melayu. Begitu juga kita akan membuat Museum Melayu kalau bisa," ujarnya. (umr/bls/ant/loh)
 
 
Baca Juga:
Puluhan Ribu Warga Belum Punya Akta Kelahiran
Rasau Jaya Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur
BPBD Bengkayang Minta Masyarakat Tetap Waspada Banjir dan Longsor