Puri Pujangga, PMM Kalbar: Jadikan Pusat Pengembangan Budaya Melayu

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 934

Puri Pujangga, PMM Kalbar: Jadikan Pusat Pengembangan Budaya Melayu
BANGUNAN- Proyek Puri Pujangga, berada di belakang Rumah Adat Melayu, Kota Pontianak, Kalbar. (SP/ Umar Faruq)
PONTIANAK, SP- Ketua Persatuan Mahasiswa Melayu (PMM) Kalbar, Agus Setiadi  memandang, saat ini keberadaan Rumah Melayu MABM Kalbar sudah beralih fungsi. Tempat yang semula diperuntukkan dengan beragam kegiatan kebudayaan, sekarang justru bergeser menjadi lahan bisnis.  

"Saya memandang Rumah Melayu hanya dijadikan sebagai tempat orang kawin dan kios berjualan," kata Agus.  

Menurut Agus, mestinya kesan bisnis dikembalikan fungsi Rumah Melayu, di mana keberadaan rumah adat ini bisa mengangkat marwah Melayu dan menjadi pusat pengembangan budaya Melayu.
 

"Misalnya latihan silat, tari, musik, teater, seni Melayu lainnya," ujarnya.
 

BERITA TERKAIT:
Ini Penjelasan DPRD Kalbar Soal Proyek Puri Pujangga 
Proyek Pembangunan Puri Pujangga Mangkrak

Sementara itu, Pemerhati Budaya, Syafrudin Usman mendorong manajemen MABM terbuka. Terutama dalam hal pengelolaan dana yang diperoleh dari sumber lain. Karena Rumah Adat Melayu bukan milik MABM semata, tetapi milik masyarakat Kalbar.
 
Artinya, lanjutnya,  jangan sampai ada kesan rumah adat kebanggaan masyarakat Melayu Kalbar lebih pada sisi komersil. Misalnya, Adat Melayu baru kelihatan apabila ada acara pernikahan.  

Ia juga mengkritisi bangunan Hotel Puri Pujangga yang dikelola MABM, sampai sekarang tidak jelas peruntukannya. Perlu ada evaluasi dari pengurus MABM dalam hal ini.  

"Masa sekian waktu, sekian tahun lamanya tidak jadi-jadi. Ini yang salah urus siapa, apakah pemerintah tidak mencukupkan dana, atau MABM memaksa sendiri membuat itu," beber Syafrudin. (bls/loh)

   
Baca Juga:
Puluhan Ribu Warga Belum Punya Akta Kelahiran
Rasau Jaya Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur
BPBD Bengkayang Minta Masyarakat Tetap Waspada Banjir dan Longsor