Dialog Sapma Hanura, Secangkir Kopi Membangun Negeri

Ponticity

Editor Kiwi Dibaca : 1104

Dialog Sapma Hanura, Secangkir Kopi Membangun Negeri
DIALOG - Salah satu Pimpinan Suara Pemred, Harry Daya saat berdialog bersama pemuda dan mahasiswa yang diselenggarakan oleh Sapma Hanura Kalbar, Jumat (28/4) lalu.
PONTIANAK, SP - Organisasi sayap partai Satuan Pelajar Mahasiswa (Sapma) Hanura Kalbar, menggelar dialog kepemudaan dengan mengusung tema "Pemimpin Muda yang Unggul" di Berlian Cafe and Gallery, Jalan Sepakat 2, Pontianak Tenggara, Jumat (28/4) malam.  

Dialog dengan konsep "Secangkir kopi membangun negeri" ini, menghadirkan sejumlah narasumber antara lain Ketua DPD Partai Hanura Kalbar Suyanto Tanjung, tokoh masyarakat Pontianak Harry Daya, dan Anggota Legislatif Kota Pontianak Yandi, dan Ketua Daerah Sapma Hanura Kalbar Luther. 

 Dalam kegiatan yang dihadiri puluhan mahasiswa tersebut, Suyanto Tanjung mengapresiasi kegiatan yang mengupas berbagai persoalan di Kalbar. Menurutnya, inilah cara yang bagus untuk diterapkan di mana bincang bermacam persoalan bisa dengan cara santai sembari menikmati kopi.  

"Nah, cara seperti ini baik sekali. Kami dari legislatif bisa ngobrol santai dengan para mahasiswa. Ini cara yang bagus. Sekarang zamannya, membahas atau mencari solusi itu tidak lagi perlu demo," ujarnya kepada wartawan.  
 Dalam dialog, Anggota DPRD Kalbar yang akrab dipanggil Ajung ini menyampaikan, baginya setiap generasi muda harus memiliki obsesi dan mimpi. Sebab, itulah yang akan membawa pemuda untuk meraih masa depan cerahnya.  

 "Kita harus berani bermimpi dan memiliki obsesi tinggi untuk menjadi orang yang mampu melakukan suatu perubahan," katanya.   Di kesempatan itu, Ajung mengajak pemuda agar menjadi pemilih cerdas di Pilkada dan Pemilu mendatang. Tidak hanya itu, bahkan pemuda dituntut menjadi pelopor untuk mewujudkan demokrasi yang santun, beretika dan bersih.

"Jangan seperti DKI Jakarta, kemarin itu saya anggap Pilkada DKI gagal. Isu yang dibawa suku, ras dan agama. Jangan sampai itu terjadi di Kalbar. Mari anak-anak muda, kita ciptakan pesta demokrasi di Kalbar yang baik," ajaknya. 

 Senada dengan Ajung, Harry mengatakan, tak hanya isu SARA, praktik politik uang telah membuat resah kondisi berdemokrasi di negeri ini. Terlebih lagi, tidak hanya tidak peduli, pelaku praktik tersebut sebagian ada dari kalangan pemuda. 

"Generasi muda kita masih banyak yang tidak peduli dengan konstalasi politik. Yaitu budaya politik uang yang terjadi di mana-mana," katanya.   Dengan kondisi semacam ini, terang Harry, wajar bila politisi yang dilahirkan dari sistem politik demikian adalah mereka yang kemudian bermasalah. 

Pada kesempatan dialog, Harry mengajak pemuda mulai saat ini untuk berani menyuarakan dan menyebarluaskan berdemokrasi yang bersih dan beretika. "Dengan pertemuan ini, mari kita galakkan anti politik uang," ucap pria yang menjadi salah satu Pimpinan di Harian Suara Pemred ini.  

Sementara itu, Ketua Daerah Sapma Hanura Kalbar, Luther menyampaikan bahwa peran pemuda khususnya mahasiswa sangat dalam membangun bangsa ini. Ia membantah bila mahasiswa hanya dianggap berkutat dengan dunia akademis, tapi sejatinya lebih dari itu.  

"Pemuda atau mahasiswa, harusnya bisa menggali lebih dalam potensi yang ada pada dirinya. Ternyata, pemuda bisa pula untuk terjun di dunia politik," terangnya.   Mahasiswa punya potensi besar. Luther memberikan semangat. Dikatakannya, ada dua pilihan bagi pemuda atau mahasiswa untuk bisa andil dalam membangun negeri ini. "Mau atau tidak mau," ucapnya.  

"Sebenarnya, perubahan dalam negeri ini itu menjadi kontrol kita sebagai mahasiswa. Sekecil apapun itu pengabdian, itu adalah tetap pengabdian," tutur Luther. (umr)