UNBK Terganjal Dukungan Pusat

Ponticity

Editor Kiwi Dibaca : 550

UNBK Terganjal Dukungan Pusat
UNBK – Pelaksanan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di SMP Al-Azhar, Kota Pontianak, Selasa (2/5).
PONTIANAK, SP – Wali Kota Pontianak, Sutarmidji memastikan tahun depan semua Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Pontianak, akan mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Dia mengklaim, seluruh SMP di Kota Pontianak mampu menyelenggarakan UNBK. Namun sayangnya hal itu terbentur dukungan Pemerintah Pusat.

"Jangan sedikit-sedikit menyalahkan pemerintah daerah. Kota Pontianak ini bisa melaksanakan UNBK. Awalnya 15-85.  15 tulis, 85 komputer. Tapi faktanya server pusat tidak mampu. Sehingga hanya swasta saja yang mendaftar," tegasnya.

UNBK SMP tahun ini yang dimulai pada Selasa (2/5), hanya akan diselenggarakan oleh 13 SMP swasta dari jumlah 103 SMP peserta UN di Pontianak. 13 sekolah itu sudah mendaftarkan diri sebelum penutupan pendaftaran tanggal 25 Januari 2017 lalu.

Dari pertemuan terakhir dengan Pemerintah Pusat, hanya sebagian kecil sekolah yang melakukan UNBK, itu pun SMP swasta. Sisanya melaksanakan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP).

Wali kota menjelaskan, hal ini lantaran pusat sudah melakukan tender pencetakan soal. Hal itu tak mungkin bisa dibatalkan.
"Kita mau ujian berbasis komputer semua. Fasilitas kita cukup semua, kalau komputer sekolah tidak cukup, rata-rata siswa di Pontianak punya laptop. Paling yang tidak punya sebagian kecil saja," ungkapnya. Sebagai bukti, dia mengatakan di Pontianak hampir semua SMK dan SMA melaksanakan UNBK. Tentu SMP pun bisa menyelenggarakan lantaran jumlah siswa dua jenjang sekolah itu hampir sama.

"Tahun depan SMP semuanya harus UNBK, SMA-SMK bisa. Berarti SMP juga bisa dan SMP juga bisa gunakan fasilitas SMA-SMK," terangnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak, Firdaus Zarin menerangkan saat ini memang ada dua tata cara ujian nasional, dengan UNBK dan UNKP. Berdasarkan pantauannya, tidak ada kendala berarti dalam pelaksanaan UN ini.

"Kita dewan juga ada melihat di lapangan dan informasi langsung UN hari pertama tidak ada kendala berarti," katanya.

Namun demikian, terkait UNBK sendiri, menurutnya ada keterbatasan dari pemerintah sehingga ada sekolah yang UNBK dan ada yang tidak.

“Semua berjalan lancar dan dari Komisi D DPRD Pontianak, tak ada temuan pelanggaran. Kita berharap prestasi juga terus ditingkatkan oleh anak-anak di Pontianak ini," pungkasnya.

Sementara itu, satu di antara siswa peserta UN, Darajatil Ula mengatakan dirinya sudah mempersiapkan diri sejak jauh hari. Dari awal semester akhir, dia sudah mengikuti les tambahan di sekolah.

"Persiapan baca soal tahun lalu, les juga dan belajar yang ada di sekolah. Ujian lebih deg-degan, pengalaman kemarin ada nilai rendah, jadi takut," cerita siswi SMPN 1 Pontianak ini.

Meski demikian, dia tetap optimis bisa meraih nilai baik. Persiapan sudah dilakukan matang untuk bisa masuk ke Sekolah Menengah Atas (SMA) negeri favoritnya. "Masuk negeri biar lebih mudah cari kuliah," pungkasnya.

Hal senada diungkapkan rekan satu sekolahnya, Renata Laras Syati. Dia rutin belajar dan mengikuti les tambahan. Harapannya bisa mendapat nilai bagus dan lulus di SMA andalan.

"Ada deg-degan, takut yang dipelajari ndak keluar. Penginnya ke sekolah negeri, masuk ke sekolah favorit," tutupnya. (bls/and)