Kamis, 24 Oktober 2019


Midji Klaim Punya 'Perahu' untuk Pilgub 2018

Editor:

Admin

    |     Pembaca: 940
Midji Klaim Punya 'Perahu' untuk Pilgub 2018

HUMAS/NET

PONTIANAK, SP – Wali Kota Pontianak, Sutarmidji menglaim sudah memiliki perahu untuk mengusung dirinya maju dalam pencalonan Gubernur Kalimantan Barat 2018 mendatang. Walau orang sanksi dengan partai yang akan mengusung dirinya, dia tidak ambil pusing. 

 "Biar aja orang mikir tak dapat perahu, tak dapat partai, terserah mereka bilang apa, saya pastikan perahu saya sudah siap," ucapnya Kamis (4/5).  

Akan tetapi dia enggan membeberkan partai mana yang jadi pengusung dirinya. Hanya saja dia menyiratkan, pengusungnya berwarna-warni, tapi tetap dengan komitmen membangun Kalimantan Barat.   "Tidak menyangkut etnik, agama, warna dan sebagainya. Yang terpenting adalah bagaimana bisa membangun sesuai kebutuhan Kalbar. Sehingga Kalbar bisa sejajar dengan daerah lain," katanya.  

Sutarmidji sempat membeberkan konsep pembangunan Kalbar ke depan. Hampir-hampir mirip dengan apa yang diterapkan di Pontianak. Tetap menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur jalan, kesehatan dan pendidikan.   “Itu hal dasar yang harus dinikmati masyarakat,” pendeknya.  

Dia bahkan sesumbar bisa menyelesaikan lima titik ruas jalan penting di Kalbar dalam tiga tahun kepemimpinan. Tinggal bagaimana mengkoordinasikan dan menyinergiskannya dengan pusat. Sebagaimana yang dilakukan di Kota Pontianak.   Sumber pendanaannya, sudah ada dalam strategi dan konsep matang bagaimana mendatangkan uang untuk pembangunan. Dari lima titik jalan yang harus diselesaikan, hanya perlu uang Rp3 Triliun  saja dan itu bukan hal yang susah untuk dilakukan.  

"Nanti bagaimana dapat duitnya, tunggu ada debat kandidat, semuanya rasional, terukur dan  bisa dieksekusi, tinggal masyarakat jangan ganggu," jelasnya.  

Wali Kota dua periode Pontianak itu pun berencana membangun RSUD Soedarso menjadi delapan lantai. Gedung tak boleh saling pisah agar pelayanan maksimal. Dilakukan dengan ikut meningkatkan fasilitas pelayanan.   Untuk bidang pendidikan, tiap kabupaten/kota harus memiliki sekolah dengan fasilitas seperti di SMAN 1 Pontianak. Memiliki gedung representatif lengkap dengan laboraturium, ruang teater dan lain sebagainya.  

“Untuk satu sekolah di setiap kabupaten/kota diperkirakan satu sekolah hanya Rp30-40 Miliar. Kalau untuk wakil saya, semua nanti tergantung dengan partai,” ucapnya mengakhiri. (bls)