Selasa, 24 September 2019


Ketua MABM Kalbar Minta Semua Pihak Tidak Terprovokasi

Editor:

Syafria Arrahman ST Raja Alam

    |     Pembaca: 1308
Ketua MABM Kalbar Minta Semua Pihak Tidak Terprovokasi

BERJAGA - Ratusan anggota kepolisian dan TNI tampak berjaga di gerbang Bandara Supadio, Jumat (5/5). Kehadiran aparat keamanan ini menjadi perhatian pengendara yang melintas. (Yodi Rismana/SP)

PONTIANAK, SP - Profesor Chairil Efendi, Ketua MABM Kalbar meminta semua pihak diminta tidak mudah terprovokasi. Harus cerdas memahami akar persoalan. Lantas merenungkan, duduk bersama supaya masalah dapat diselesaikan secara arif dan bijaksana.

“Hidup dalam suasana gaduh tentu sangat tidak menyenangkan. Oleh sebab itu, semua pihak harus dapat menahan diri. Yang sedang berkuasa, janganlah menekan di bawah. Dan yang di bawah janganlah cepat marah,” kata Chairil, kemarin.
Soal pemulangan dua ustad yang dilakukan aparat pada Sabtu (6/5) malam kemarin, maka hal tersebut harus bisa dijelaskan oleh aparat keamanan. Dalam hal ini Kapolda.

“Ini penting dilakukan agar semua masyarakat paham dan mengerti,” tuturnya.


Pihak keamanan mestinya bijak. Selain itu, diharapkan lembaga Islam di Kalbar, seperti MUI, Muhammadiyah dan Lembaga Dakwah marilah berkumpul menjadi satu, kemudin berdialog dengan Kapolda mempertanyakan hal tersebut.

Dan kepada masyarakat Muslim, tidak perlu mengait-ngaitkan persoalan ini ke hal yang lain dan bisa membuat potensi provokasi. Dalam kondisi begini, siapa pun, masyarakat Kalbar harus menahan diri, jangan memberikan komentar yang aneh-aneh di media sosial.

“Oleh karena itu, mari selesaikan persoalan ini dengan duduk secara bersama-sama, menpertanyakan alasan pemulangan dua Ustadz oleh aparat keamanan,” ucapnya.

Pemulangan ulama tersebut mestinya tidak perlu dilakukan. Apalagi yang bersangkutan belum sempat memberikan Tausyiah. Mestinya aparat melakukan pengawalan saja.

Mestinya aparat keamanan dapat berdialog persuasif, supaya yang bersangkutan memberikan ceramah yang menyejukkan umat. Negara kita adalah negara NKRI.

Namun karena kejadiannya sudah  seperti itu, maka kepada umat Islam diharapkan tetap tenang, dialogkan dengan pihak kemanan untuk mengetahui, apa alasan dua Ustazd tersebut dipulangkan. (abd/lis)