DPRD Pontianak Wadahi Pembentukan Tim Advokasi Gugat PLN

Ponticity

Editor Admin Dibaca : 743

DPRD Pontianak Wadahi Pembentukan Tim Advokasi Gugat PLN
Ilustrasi (SP/Net)
PONTIANAK, SP - Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak, Ardiansyah menyatakan siap mewadahi masyarakat membentuk tim advokasi jika listrik PLN terus biarpet. Apalagi sudah rahasia umum jika bulan Ramadan langganan biarpet.  

“Kalau perlu kita bentuk tim advokasi untuk menggugat PLN dalam hal perlindungan konsumen. Ini tidak bisa dipungkiri, sudah jadi rahasia umum, setiap menjelang puasa selalu lampu mati, padahal sekarang sudah zaman modern,” katanya, Minggu (7/5) kemarin.  

Selama ini, masyarakat jadi korban yang tak bisa melawan. Jika masyarakat terlambat membayar, sambungan PLN miliknya diputuskan. Begitu juga jika terjadi penunggakan. Sementara itu, biaya listrik makin mahal, namun pelayanan konsumen justru makin menurun.  

“Kalau PLN masih sering mati lampu jelang dan bulan puasa nanti, kita akan gugat PLN. Karena hal ini selalu terulang,” tegasnya mengulang.  

Dia pun meminta PLN menginformasikan kepada publik apa masalah yang sebenarnya terjadi sehingga byarpet. Jika memang kaitannya adalah layang-layang, harus ada sosialisasi jangka panjang. Jika pun ada pemadaman terkait gangguan teknis, harus diumumkan ke masyarakat. Lengkap dengan waktu, tanggal dan wilayahnya.  

“Jangan mendadak, bisa rugi masyarakat. Alat elektronik bisa rusak, orang beribadah terganggu. Kalau misalnya terus terjadi kita gugat,” ungkapnya.  

Selain pelayanan, dia meminta PLN melakukan perawatan alat kelistrikan dilakukan dengan optimal. Jangan sampai terulang adanya tiang listrik tumbang ke jalan. Termasuk pula kabel-kabel di sejumlah titik yang kerap semrawut.   “Pelayanan PLN harus ditingkatkan, jangan listrik naik diam-diam, tapi perawatan sama saja,” pungkasnya. (bls/and)