Senin, 23 September 2019


BPPD Kalbar Bina 147 Desa Siaga Api

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 819
BPPD Kalbar Bina 147 Desa Siaga Api

ilustrasi

PONTIANAK, SP - Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar, telah memetakan 147 Desa Siaga Api yang tersebar di seluruh Bumi Khatulistiwa. Desa Siaga Api adalah program pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan yang biasa terjadi pada musim kemarau.

"Keterlibatan masyarakat desa sangat penting, karena dapat mencegah, mendeteksi dini, dan mengambil tindakan penanganan kebakaran secara cepat," kata Kepala BPBD Kalbar TT Nyarong, Senin (8/5).
  BPBD, papar Nyarong, terus berkoordinasi dengan TNI-Polri di seluruh desa, untuk meningkatkan penyuluhan kepada masyarakat, agar tidak membakar hutan dan lahan. Pembakaran lahan dan hutann, lanjut Nyarong, jadi penyebab utama kebarakan lahan dalam skala besar. "BPBD telah melaporkan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK), serta intansi terkait agar bisa dilakukan penyelidikan jika ditemukankan warga yang membakar hutan dan lahan secara sengaja," terangnya.

BPBD juga kordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan beberapa kota yang sudah menetapkan siaga api. Ada beberapa kota yang telah mengeluarkan siaga api.
  “Untuk kalbar, kita belum mengeluarkan status siaga api, karena belum ditemukan adanya titik api. Namun, kita terus waspada, karena titik-titik api ini, bisa meuncul kapan saja, " tutur Nyarong.   Secara nasional, melalui PT OKI Pulp & Paper, telah dibentuk 500 Desa Peduli Api, di lima provinsi di Indonesia. Di setiap provinsi akan dibentuk 100 Desa Peduli Api yang bertugas mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

"Lima provinsi tersebut adalah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur," kata Direktur PT OKI Pulp & Paper Suhendra, usai penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Polda Sumatera Selatan, beberapa waktu lalu.
  Suhendra mengatakan, pihaknya telah memperbaiki setiap kanal dengan membuat agroforensi pengembangan perikanan. Selain itu, disiapkan juga teknologi canggih berupa integrated fire system.

"Ini merupakan komitmen kami dalam menjaga lingkungan agar terhindar dari kerusakan, terutama karhutla," terangnya.

Namun, lanjut Suhendra, upayanya akan sia-sia jika tidak ada kerja sama pemerintah dan Kepolisian. Dukungan dari seluruh pihak dibutuhkan untuk mencegah terjadinya Karhutla.

"Kami berharap Karhutla yang terjadi 2015, tidak terjadi lagi pada 2017. Kini semua pihak bertanggung jawab, karena Karhutla sudah jadi bencana nasional," harapnya.

Kapolda Kalbar, Irjen Erwin Triowanto menuturkan, pihaknya telah melakukan pengecekan di lapangan dalam upaya pencegahan Karhutla. Berbagai persiapan untuk mencegah karhutla saat musim kemarau sudah dilakukan.

"Kami juga akan memasang aplikasi yang tersambung dengan satelit langsung, sehingga jika terjadi karhutla kami langsung memerintahkan polres terdekat untuk mengecek," ujarnya. (mtn/mul)