Warga Diminta Waspada Makanan Kedaluwarsa

Ponticity

Editor Syafria Arrahman ST Raja Alam Dibaca : 730

Warga Diminta Waspada Makanan Kedaluwarsa
WASPADA KEDALUWARSA – Seorang warga tengah memilih barang kebutuhan pokok di salah satu swalayan di Kota Pontianak, belum lama ini. Terkait barang-barang kebutuhan pokok, warga diminta teliti agar tidak membeli barang-barang kedaluwarsa. (SUARA PEMRED/YOD
PONTIANAK, SP – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Barat, Miftah meminta warga mewaspadai peredaran makanan dan minuman kedaluwarsa atau tidak layak konsumsi saat bulan Ramadan dan hari raya Idulfitri. Dia mengatakan, ada kemungkinan oknum pedagang meraup keuntungan dengan menjual makanan dan minuman yang tidak layak konsumsi tersebut.

"Biasanya barang dagangan berbahaya tersebut berasal dari negara luar. Ini tentunya perlu diperhatikan, apalagi saat bulan puasa biasanya konsumsi masyarakat juga meningkat,” katanya, Jumat (26/5).

Selain beredar di pasaran, makanan dan minuman kedaluwarsa biasanya dijual pedagang di sekolah-sekolah. Jika makanan dan minuman berbahaya itu dikonsumi anak usia sekolah tentu dampak yang diakibatkan akan semakin berbahaya. Miftah mengimbau warga untuk segera melaporkan kepada dinas terkait, jika mengetahui adanya makanan maupun minuman yang tidak layak konsumsi dijual pedagang,

"Saya mengimbau kepada masyarakat lebih waspada dan jadilah pembeli yang teliti dan cerdas saat akan membeli makanan maupun minuman. Apabila menemukan makanan kedaluwarsa yang diperjualbelikan agar segera melaporkan," katanya.

Selain itu dia juga mengingatkan Pemprov Kalbar dan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk aktif memantau bahan makanan dan jajanan yang dijual saat bulan Ramadan.

“Dinas terkait dan BPOM harus lebih intensif memantau. Lakukan sidak ke pedagang, jika ditemukan pelanggaran, jangan ragu beri sanksi tegas, “ pungkasnya. Sementara itu, guna memastikan keamanan barang dan bahan pokok untuk dikonsumsi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kalbar giat memantau di pasar tradisional, toko maupun ritel. 

Kadisperindag Kalbar, Ridwan mengatakan, hal ini mengingat peredaran barang ilegal ataupun yang sudah kedaluwarsa dimungkinkan masih terjadi pada hari besar keagamaan. 

"Kita melihat bahwa banyak barang-barang produk dari luar juga itu masuk. Dan kita harus mencermati saat konsumen melihat labelisasi dan tanggal-tanggal yang sudah kedaluwarsa, itu yang mesti diperhatikan," ujarnya.  

Selain masuknya barang dari luar dan yang kedaluwarsa, Disperindag juga memantau ketersediaan bahan pokok serta harga yang ada di tingkat pedagang dan produsen.  

Ridwan menjelaskan, untuk saat ini harga kebutuhan pokok yang beredar di Kalbar masih dalam kondisi stabil. (jee/umr/and)