Jumat, 13 Desember 2019


Startup Pontianak Juara di Singapura

Editor:

Admin

    |     Pembaca: 1430
Startup Pontianak Juara di Singapura

JUARA - Tim startup Pontianak juara di Indonesian Startup Insight, 26-27 Mei 2017 di Singapura. (Is/SP)

PONTIANAK, SP - Geliat startup asli Kota Pontianak tampaknya bukan aji mumpung. Tak hanya jumlah yang terus bertambah, namun kualitasnya ternyata juga patut diacungi jempol. Bukan sekadar berjaya di nasional, tapi sudah mancanegara. Salah satunya Myagro, startup bidang pertanian bikinan Uray Tyar Fahrozi di ajang Indonesian Startup Insight, 26-27 Mei 2017 di Singapura.

Indonesian Startup Insight merupakan ajang tahunan pengembangan startup yang diadakan Kinerjabisa Holding Pte Ltd, sebuah platform bisnis paraentrepeunuer Indonesia di Singapura. Peserta kompetisi ini tak hanya berasal dari Indonesia, tapi juga Singapura dan Malaysia.

Myagro berhasil menyabet juara dua setelah berhasil meyakinkan juri bahwa startup ini dapat diterima investor. Posisi pertama direbut startup asal Singapura dan Malaysia di tempat ketiga. Gawai ini sejatinya wadah bagi startup baru meyakinkan investor untuk menginvestasikan uangnya dengan cara presentasi. Wakil Pontianak sebenarnya tak hanya Myagro. Ada Dokaloka, aplikasi pencari dokter, namun sayang belum memenuhi kriteria dewan penilai.

“Kompetisinya adalah meyakinkan investor dengan cara presentasi. Yang menang Myagro founder-nya Uray Tyar Fahrozi dan co-founder-nya Khairur Rizal. Yang belum menang itu Dokaloka, founder-nya drg. Reza Azmi dan Irwanda S.Ked,” cerita Hajon Mahdy Mahmudin, mentor dua startup tersebut, Minggu (28/5).

Di hadapan para juri, tiap peserta harus mempresentasikan perihal masalah, solusi, bisnis dan pemberdayaan masyarakat masing-masing startup. Selain itu, perhelatan tersebut juga diisi dengandiscussion panel, pitching, dan networking. Dua startupPontianak tadi jadi dua di antara 14 startup hasil seleksi di tiga negara.

“Total keseluruhan yang masuk saya gak tahu pasti. Tapi disaring sisa 14 startup. Salah duanya dari Pontianak. Kita satu-satunya wakil kota di Kalimantan yang lolos,” jelas Mahdi yang juga founder 8bit.

Seleksi dimulai dengan mengirim pitch deck masing-masing startup. Penilaian pun dilakukan untuk menentukan layak tidaknya startup masuk kompetisi.Pitch deck sendiri merupakan rencana bisnis. Juri akan melihat apakah apa rencana yang ditawarkan masuk akal.

“Kinerjabisa kasih tanggapan positif dan kaget Kalimantan bisa menang. Mereka kasih peluang bikin acara ini di Pontianak tahun depan. Dengan syarat selevel atau lebih baik dari yang di Singapura,” katanya.

Selain mendapatkan sejumlah uang, Juli mendatang Myagro akan inkubasi di Build Amazing Startup Here (BASH), satu di antara perusahaan di Singapura selama satu minggu. Kemudian inkubasi dilanjutkan di Incube, perusahaan besar di Hongkong dengan durasi sama.

“Semoga ke depan banyak startup di Pontianak yang bisa berlaga di internasional,” tutup Mahdy. (bls)