Pedagang ‘Nakal’ Berjubel di Jalan Asahan

Ponticity

Editor Kiwi Dibaca : 566

Pedagang ‘Nakal’ Berjubel di Jalan Asahan
LANGGAR ATURAN – Sejumlah pedagang menjalankan aktivitas jual beli di Jalan Asahan, kawasan Pasar Tengah, Minggu (4/6). Keberadaan mereka dianggap melanggar aturan lantaran Pemerintah Kota Pontianak telah menetapkan daerah ini terlarang bagi lapak pedagan
PONTIANAK, SP – Jalan Asahan Pasar Tengah ramai pedagang, Minggu (4/6). Padahal kawasan itu seharusnya steril dan digunakan pedestrian serta sebagian lahan parkir. Sejak para pedagang masuk kembali ke Pasar Tengah April lalu, mereka menempati kios-kios di bangunan utama dan tak diperbolehkan jualan di Asahan.

Keberadaan pedagang nakal di Jalan Asahan pun disesalkan pedagang lain yang memiliki kios dalam bangunan. Akses yang lebih dekat membuat kios mereka tak dilirik konsumen. Mereka meminta ketegasan Pemerintah Kota Pontianak yang sebelumnya mengeluarkan larangan. Satu di antara pedagang Blok Ciliwung yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan dari pagi hingga pukul 12.00 WIB, pendapatannya baru Rp60 ribu.

 Mereka yang berjualan di Jalan Asahan, ditaksirnya kemungkinan sudah dapat jutaan. Hari itu pengunjung pasar memang ramai. Dalam pantauan Suara Pemred, kios dalam blok bangunan tak semua buka. Tak diketahui apa alasannya. Pedagang tadi mengatakan bisa saja dia dan rekannya ikut jualan di Jalan Asahan, tapi mereka tidak ingin melanggar komitmen yang sudah dibuat bersama Pemerintah Kota Pontianak.

“Mereka yang jualan di Asahan, sudah punya kios sendiri-sendiri, tapi tidak dipakai. Makanya di sini kita ingin ketegasan pemerintah,” sebutnya. Pedagang lain, yang berjarak satu kios dari pedagang pertama pun mengaku sama. Dia merasa rugi karena masih ada yang berdagang di Asahan. Padahal jelas, Asahan disebut hanya untuk parkir.

“Untuk parkir tapi di belakangnya ada yang jualan,” kesalnya. Lantaran pengunjung sepi, pedagang di bagian tengah blok itu menunggu sambil tiduran. Jika dibandingkan ketika dulu jualan di Jalan Asahan, dia bercerita duduk pun jarang. Per hari, pendapatan bisa menyentuh jutaan.

“Apalagi ini Minggu. Kalau masih ada yang di Asahan, jangan harap di sini ramai. Di bawah saja sepi, apalagi lantai dua,” katanya. Nasib baik memang belum berpihak pada pedagang taat aturan. Mereka yang ada di lantai dua, sepi pelanggan. Bukan cuma di Blok Ciliwung, tapi juga di Blok Citarum.

 Di tempat yang disebut terakhir, malah parah. Hanya kios penjual aksesoris saja yang buka. Sebelumnya, ketika seremonial Tabur Beras Kuning penanda pedagang Pasar Tengah April kemarin, Wali Kota Pontianak, Sutarmidji menegaskan Jalan Asahan tak boleh lagi digunakan pedagang. Jika ada yang nakal, akan ditindak hingga dikenakan denda Rp5 juta dan diperkarakan ke pengadilan.

"Nanti di lokasi ini (Pasar Rakyat Tengah) akan ditempatkan Satpam, Pol PP, petugas Koramil dan Polsek. Untuk Jalan Asahan tak boleh lagi ada pedagang kaki lima buka lapak. Kalau ngeyel akan saya ajukan ke pengadilan dan denda Rp5 juta," katanya. (bls/and)

Komentar