Hari Ini, Pemkot Jual Bawang Murah Lagi

Ponticity

Editor Kiwi Dibaca : 437

Hari Ini, Pemkot Jual Bawang Murah Lagi
BAWANG MURAH – Setelah menggelar pasar murah bawang putih pada 30 Mei lalu, Pemerintah Kota Pontianak kembali menjual bawang putih sebanyak 60 ton seharga Rp25 ribu per kilogram, Selasa (6/6) hari ini. Hal tersebut dilakukan selama tiga hari berturut-turu
PONTIANAK, SP – Pemerintah Kota Pontianak lewat Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan kembali melakukan operasi pasar menjual bawang putih hari ini, Selasa (6/6) di Pasar Flamboyan. Berbeda dari operasi pasar sebelumnya, bawang putih kali ini dijual Rp25 ribu per kilogram.

 Tersedia stok 60 ton bawang putih untuk operasi pasar tiga hari berturut-turut. “Besok (hari ini) Selasa, Rabu, dan Kamis, mulai pukul 07.00 WIB kita akan lakukan operasi pasar selama tiga hari berturut di Pasar Flamboyan, Mawar dan Kapuas Besar. Per kilonya Rp25 ribu,” kata Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Pontianak, Haryadi Tri Wibowo, Senin (5/6) siang.

Operasi pasar kali ini dikhususkan untuk masyarakat terutama ibu rumah tangga. Mereka yang hanya mau membeli satu atau dua kilogram akan menjadi prioritas penjualan. Walau demikian, para pedagang yang ingin membeli satu karung pun diperbolehkan. “Tapi prioritasnya untuk ibu rumah tangga yang membeli satu sampai dua kilo,” tegas Haryadi.  

Operasi pasar kembali dilakukan untuk menstabilkan harga. Dari harga yang sempat titik terendah di Rp80 ribu, kemudian operasi pasar pertama berhasil menurunkannya jadi Rp35 ribu. Pihaknya ingin harga bawang putih kembali seperti sedia kala di bawah Rp30 ribu bahkan Rp25 ribu per kilo. “Ini juga bertujuan untuk mengendalikan inflasi yang ada. Masyarakat juga tidak perlu rebut-rebutan karena operasi pasar dilakukan selama tiga hari dan tiga tempat berbeda,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Pontianak, Sutarmidji bahkan mewacanakan akan membikin toko penyeimbang penjual bahan makanan pokok untuk menstabilkan harga. Tak berhenti di situ, dia juga punya strategi mensubsidi harga untuk melawan para spekulan. Dananya berasal dari APBD. Jika pun tidak, ada ide untuk membikin perusahaan daerah yang dilengkapi perizinan distributor barang lengkap dengan izin impornya.

“Kita mau lihat seberapa kuat spekulan mau melawan pemerintah. Jangan sampai kenaikan-kenaikan ini berindikasi untuk membuat harga baru di pasaran. Seperti cabai yang dulu kisaran Rp30-40 ribu, sekarang harganya Rp40-50 ribu dan itu bertahan,” pungkasnya. (bls/and)