Rabu, 13 November 2019


Pemerintah ‘Banting’ Harga Bawang Putih

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 682
Pemerintah ‘Banting’ Harga Bawang Putih

BAWANG IMPOR – Seorang warga membeli sekarung bawang putih yang dipatok seharga Rp25 ribu per kilogram, Selasa (6/6). Kementerian Perdagangan kembali mendistribusikan bawang putih impor dari China, untuk memenuhi kebutuhan pasar di Kalbar dengan harga mur

PONTIANAK, SP – Kementeriaan Perdagangan kembali ‘banting’ harga bawang putih impor, dari Rp30 ribu menjadi Rp25 ribu per kilogram di tingkat konsumen. Spekulasi oknum pedagang, bawang putih dipatok mulai Rp60 ribu sampai Rp100 ribu per kilonya.  

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kalbar M Ridwan mengatakan, penurunan harga tahap kedua ini sebagai langkah nyata pemerintah ‘menggebuk’ alias menekan para spekulan bawang putih yang berusaha menaikan harga di pasaran.  

"Pengurangan harga menjadi Rp25 ribu ini untuk menekan pedagang yang berspekulasi," ujarnya saat memantau operasi pasar bawang putih di Pasar Flamboyan, Selasa (6/6) pagi.

  Dia mengungkapkan, jika dengan upaya ini masih juga tidak berhasil menstabilkan harga bawang putih, maka pemerintah akan mengambil langkah-langkah strategis lainnya.  

"Kita harapkan dengan adanya kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah, harga bawang putih di Kalbar ini akan kembali normal seperti sedia kala," harapnya.  

Operasi Pasar
 

Total distribusi bawang putih ke Kalbar dari Kemendag sebanyak 176 ton. Dalam operasi pasar yang dilakukan dua tahap ini, Pemprov Kalbar bekerja sama dengan PT Fajar Mulia Transindo, dan melibatkan instansi terkait.  

"Nah untuk tahap kedua ini 60 ton, akan dipasarkan selama tiga hari. Hari ini (Selasa) di Pasar Flamboyan, besok di Pasar Mawar, lusa di Pasar Kapuas Besar," ujar Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Perdagangan Kota Pontianak, Haryadi S Triwibowo saat di lokasi operasi pasar.  

Dia mengatakan, pemerintah akan terus menekan harga bawang putih di pasaran sehingga harga kembali normal.   "Sehingga mendekati di harga Rp24 ribu sampai Rp30 ribu (per kilo), idealnya itu," kata Haryadi.  

Pada operasi pasar tahap kedua ini, lebih memprioritaskan pada warga yang membeli bawang secara eceran. Namun, tidak sedikit pedagang yang membeli per karung untuk dijual kembali.  

"Saya beli beberapa karung untuk dijual lagi. Nanti ecerannya dijual per kilo sekitar Rp30 ribuan," ujar Anton, pedagang asal Jeruju, Kecamatan Pontianak Barat.  

Adanya operasi pasar ini, berdampak positif bagi masyarakat. Sanim Adi Ibrahim mengatakan, berjualan dari untung menjadi rugi, kini kembali mendapatkan untuk karena harga bawang kembali murah.  

"Saya sangat berterima kasih atas operasi pasar ini. Saya berdagang sate di Jalan Budi Karya, walaupun pada saat bawang mahal, saya tidak bisa menaikkan harga. Untungnya sekarang ada harga yang murah, jadi bisa dapat untung," ungkapnya.   

Sementara itu, perwakilan PT Citra Gemini Mulya, Jayadi mengatakan bahwa untuk operasi pasar murah pihaknya ditunjuk langsung oleh Kementerian Perdagangan untuk menyelenggarakan operasi tersebut. Menurutnya, hadirnya operasi tersebut untuk menstabilkan harga yang sempat melambung tinggi beberapa waktu lalu.

"Dengan banyak bawang putih dilempar di pasar dan di tengah masyarakat maka kita pastikan tidak ada lagi yang bermain di pasar. Dengan harga normal tentu membantu rumah tangga dan daya beli kembali normal," katanya.
(umr/and)