Sabtu, 14 Desember 2019


Pontianak Rawan Kejahatan Jalanan

Editor:

Syafria Arrahman ST Raja Alam

    |     Pembaca: 840
Pontianak Rawan Kejahatan Jalanan

LUKA TEMBAK – Eko, satu di antara tersangka perampokan dengan penikaman korban atas nama Nurbaeti, digiring ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalbar, Anton Soedjarwo setelah mengalami luka tembak akibat melawan apara saat akan ditangkap, Jumat (9/6). Polis

Jumaryani, rekan korban
"Dan secara tiba-tiba, datang warga menggunakan motor dari gang. Saya langsung melarikan diri. Nurbaiti juga berteriak, sambil berusaha merampas kembali tas miliknya. Di saat itu pelaku menusuk Nurbaiti pada rusuk sebelah kiri"
PONTIANAK, SP – Aksi kejahatan jalanan di Kota Pontianak, kian meresahkan di saat bulan Ramadan. Setelah sederet kasus penjambretan terjadi di hampir seluruh kawasan, pada Jumat (9/6) aksi perampokan kembali terjadi menimpa korban nasabah bank yang merupakan mahasiswa perguruan tinggi di Pontianak . 

Parahnya, pelaku yang diketahui berjumlah empat orang ini, nekat menusuk korban, yangv diketahui bernama Nurbaiti usai keluar dari ATM BRI persis di samping PCC, bersama rekannya Jumaryani sekitar pukul 10.00 WIB. Jumaryani menceritakan, sebelum kejadian, dia dan Nurbaiti berada di ATM BRI untuk menegecek uang beasiswa.   

"Setelah melakukan pengecekan saya dan Nurbaiti, keluar dari ruang ATM BRI. secara tiba-tiba datang seseorang yang langsung merampas tas milik Nurbaiti. Di saat itu terjadi tarik menarik dengan pelaku," ceritanya.  

Akibat melawan, pelaku kemudian mengeluarkan senjata tajam. Melihat itu, Nurbaiti melepaskan pegangan tasnya. Sementara Jumaryani masih menarik baju pelaku.  

“Dan secara tiba-tiba, datang warga menggunakan motor dari gang. Saya langsung melarikan diri. Nurbaiti juga berteriak, sambil berusaha merampas kembali tas miliknya. Di saat itu pelaku menusuk Nurbaiti pada rusuk sebelah kiri," cerita Jumaryani.  

Usai kejadian nahas itu, datang seorang warga menolong korban. Baku hantam pun terjadi antara warga dan pelaku tersebut. "Tidak lama anggota polisi yang melintas Jalan Sutan Syahrir langsung mengamankan pelaku," jelasnya.  

Jumaryani juga mengalami luka sabetan dari sajam pelaku. Namun beruntung tidak terlalu parah. Sementara Nurbaiti yang tertusuk di bagian rusuk kiri, hingga kini masih mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalbar, Anton Soedjarwo.  

Dari kejadian ini, polisi berhasil meringkus Eko, satu dari empat orang pelaku kajahatan tersebut. Eko diamankan tak jauh dari tempat kejadian perkara. Akibat melawan ketika akan diringkus, polisi melumpuhkan Eko dengan sebuah tembakan mengarah ke kakinya.  

Setelah berhasil dilumpuhkan, Eko langsung digiring ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalbar, Anton Soedjarwo, untuk dirawat.  

Saat di wawancarai, Eko mengaku memang telah mengintai korbannya terlebih dahulu. "Korbannya dua orang. Nunggunya (korban) tak sampai satu jam," katanya kepada wartawan.  

Sambil meringis kesakitan karena menderita luka tembak, Eko mengaku mencoba merampas tas korban yang baru saja keluar dari ATM. Menurutnya, korban sempat melawan hingga akhirnya datang warga yang membantu korban. 

Perlawanan korban tersebut, membuatnya nekat mengeluarkan pisau dan menikam korban, serta satu orang warga yang membantu korban. "Pisau memang saya bawa. Saya yang tikam korban ," katanya.  

Eko mengaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan tersebut dilakukannya bersama tiga orang temannya. "Dua orang menunggu di motor, saya sama Andika yang turun. Yang menarik tas korban, saya," jelasnya.  

Sementara itu, terkait kejadian ini, Kasat reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni Ramli mengatakan, Eko kini telah diamankan di Mapolresta Pontianak. Dia berperan sebagai eksekutor perampokan. "Pelaku Eko sebagai eksekutor, membawa sajam jenis gunting yang sudah dimodifikasi," jelasnya.  

Ketiga orang rekan Eko yakni Ilham, Andika dan Amri kini menjadi buron polisi karena berhasil melarikan diri. 

"Ketiga komplotan eko bernama Amri, Andika dan Ilham  masih dalam pengejaran. Sementara tersangka Eko kini sudah diamankan untuk diproses hukum lebih lanjut," pungkasnya. (abd/and)