Pererat Silaturahmi, Paguyuban Jawa Kalbar Bikin Halal Bihalal

Ponticity

Editor Admin Dibaca : 895

Pererat Silaturahmi, Paguyuban Jawa Kalbar Bikin Halal Bihalal
Istimewa
PONTIANAK, SP - Momentun bulan Syawal, dijadikan Paguyuban Jawa Kalimantan Barat untuk mempererat silaturahmi dengan mengadakan halalbihalal di Pontianak Convention Center, Sabtu (15/7) malam. Sejatinya agenda ini sudah dimulai sejak pagi dengan pagelaran atraksi seni budaya. Sabtu malam adalah malam puncak berkumpulnya warga Jawa di Kalbar.

Ketua Umum Paguyuban Jawa Kalbar, Sadimo menerangkan orang jawa di tanah Khatulistiwa sudah ada sejak tahun 1930. Pada zaman penjajahan Belanda, orang-orang Jawa diangkut ke Kalimantan untuk kerja paksa. Itu masa yang sama dengan awal mula ramainya orang Jawa di Suriname.

"Setelah itu sejak tahun 1980 orang Jawa datang dengan program transmigrasi. Ada juga yang datang dengan sendirinya ke sini," ucap Sadimo.

Orang Jawa secara statistik merupakan 7-9 persen penduduk Kalbar. Tersebar di berbagai Kabupaten kota. Sementara untuk di Kota Pontianak, jumlahnya 11 persen dari total penduduk. Mereka hidup dan beranak-pinak dan menjadi ramai seperti sekarang. Walau jauh dari tanah asal, agaknya budaya dan tradisi suku Jawa tak hilang begitu saja. Buktinya saat atraksi seni budaya Sabtu pagi, tampilan debus, kuda lumping dan lainnya masih tetap ada.

"Malam ini juga ada launching Rumah Budaya Jawa, selain itu ada penyerahan 1000 bibit pohon dari komunitas Yogyakarta, kita ingin orang untuk suka menanam," imbuhnya.

Dia berharap adanya halalbihalal akan terus mempererat hubungan antar orang Jawa. Selain itu dalam agenda malam ini, para tokoh lintas etnis juga hadir. Kebersamaan dan keragaman di Kalbar seakan ada dalam satu ruangan.

"Ini juga untuk menjaga keharmonisan dan NKRI," pungkasnya.

Keistimewaan acara Halalbihalal Paguyuban Jawa Kalbar bukan hanya dari atraksi yang ditampilkan sejak pagi dan tamu undangan yang lintas etnis. Konsumsi saat acara pun benar-benar ikonik. Panitia menyediakan panganan khas, yakni ubi, pisang dan kacang rebus, getuk dan lemper. (bls)