Selasa, 24 September 2019


Sulap Pasar Jadi Pusat Peradaban Kota

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 841
Sulap Pasar Jadi Pusat Peradaban Kota

PASAR KENANGA – Aktivitas di Pasar Rakyat Kenanga, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kamis (20/7). Pemerintah Kota Pontianak akan menggelar Festival Pasar Rakyat pada Sabtu (22/7) dan Minggu (23/7) di sejumlah pasar rakyat dalam rangka membangun

PONTIANAK, SP – Keberadaan pasar tradisional di Kota Pontianak, tak hanya menopang perekonomian saja. Lebih dari itu, pasar juga dipercaya sebagai tempat awal pertumbuhan suatu daerah. Berkaca dari hal tersebut, Pemerintah Kota Pontianak berencana akan menjadikan pasar sebagai pusat peradaban kota. Pada tahap awal, bakal diadakan Festival Pasar Rakyat, di sejumlah pasar tradisional seperti Pasar Kenanga, Pasar Tengah dan Pasar Kapuas Besar. Festival Pasar Rakyat, diagendakan pada Sabtu (22/7) dan Minggu (23/7) nanti.

Pelaksanaannya akan melibatkan komunitas serta para pedagang mulai pukul 08.00-11.00 WIB. Perwakilan Komunitas Pemerhati Pasar, Gusti Enda menerangkan, dalam festival nanti, komunitas-komunitas akan menampilkan pasar dari berbagai sudut pandang. Misalnya di Pasar Kenanga yang punya nilai historis dan peradaban awal Melayu yang ada di sekitaran aliran Sungai Kapuas.

Nantinya penampilan tarian, teater, instalasi seni rupa, foto pasar, video, sastra dan lainnya akan merepresentasikan itu. "Selama ini pasar tradisional dinilai kotor dan bau, kita ingin ubah itu dengan pemahaman baru pada pedagang pasar," katanya, Kamis (20/7). Selain tampilan seni budaya, ada pula lomba menggambar bagi anak-anak. Lomba itu diharapkan bisa menjadi sarana belajar anak, di tengah orangtua berbelanja. Mengusung hastag #PegiPasarYok, lomba swafoto diadakan dengan harapan agenda ini akan mendunia di media sosial. Gusti pun ingin pelibatannya nanti makin banyak yang ikut serta.

"Penampilan akan angkat tentang isu pasar, juga isu lingkungan, ada faktor ekonomi dan masyarakat aliran sungai dengan masing-masing disiplin seni," pungkasnya. Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi Festival Pasar Rakyat yang pertama digelar di Pontianak ini. Harapannya, bisa memberikan efek yang sangat besar bagi kegiatan pasar dan pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, dengan digelarnya Festival Pasar Rakyat ini mampu menyedot masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional. "Dengan melibatkan komunitas dan pedagang secara aktif, juga beberapa unsur menarik. Kita berharap melalui Festival Pasar Rakyat ini mampu menarik minat masyarakat untuk kembali berbelanja di pasar-pasar tradisional. Pasar tradisional harus ada hal-hal yang unggul dibanding di tempat lain," katanya.

Menurut Edi, festival ini tentunya akan memberi edukasi, pencerahan dan banyak hal yang menarik, jadi semacam pesta pasar. Pasar yang selama ini lekat dengan kehidupan kota akan semakin hingar bingar. Sebelumnya, terkait pengelolaan pasar tradisional agar lebih baik, Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kota Pontianak membuat program Sekolah Pasar bagi para pedagang di pasar-pasar.

Program ini dimaksudkan untuk mengajak para pemilik lapak dapat berdagang dengan bersih dan tertata rapi. Sebagai bukti lulus, pedagang akan diberi sertifikat khusus. “Sertifikatnya sebagai bukti pedagang sudah menata rapi lapak mereka. Ini salah satu terobosan kita dalam penataan pasar di Pontianak,” ucap Kepala Diskumdag Pontianak, Haryadi Tri Wibowo.

Penilaian dilakukan langsung oleh dinas terhadap pedagang yang memiliki SPTU (Surat Penunjukan Tempat Usaha). Ada beberapa komponen yang menjadi indikator untuk mendapat sertifikat itu. Di antaranya kebersihan sekitar lapak, komoditas dijual higienis, penataan komoditas yang dijual secara rapi dan rutin membayar retribusi kepada Pemkot. 

Haryadi menerangkan, apabila nantinya pedagang sudah mendapat sertifikat, dan mereka abai terhadap indikator-indikator yang disebut di atas, maka sertifikat akan dicabut. Dalam kaitannya dengan ini, pedagang harus konsisten menjaga wilayah dagangannya. Jika sudah demikian, penataan pasar akan lebih mudah dilakukan. “Kita akan rutin melakukan pemantauan untuk melihat keseriusan pedagang,” ujarnya. (bls/and)