Selasa, 15 Oktober 2019


ASN Dituntut Perbaiki Etos Kerja

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 490
ASN Dituntut Perbaiki Etos Kerja

PENGALUNGAN - Gubernur Kalbar, Cornelis mengalungkan tanda peserta kepada perwakilan ASN yang tengah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) di Aula BPSDM Kalbar, Pontianak, Senin (7/8). Cornelis meminta ASN tingkatkan kinerja. SUARA PEMRED/UMAR FARUQ

PONTIANAK, SP – Gubernur Kalbar, Cornelis mengingatkan, agar Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kalbar lebih meningkatkan kapasitasnya dalam bekerja. Hal ini diungkapkannya lantaran masih ada mental ASN yang menghindar dari tanggungjawabnya sebagai pegawai.

"Penyakit pegawai, itu namanya pengawasan itu takut. Selalu menghindar. Mencatat juga selalu tidak mencatat. Belanja pandai, ini penyakit kita," ujarnya di hadapan 90 peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) di Aula BPSDM Kalbar, Pontianak, Senin (7/8).   Cornelis mengharapkan, ASN mampu memperbaiki diri dalam etos kerjanya, sehingga dalam bekerja bisa selaras dengan tujuan pembangunan daerah.

"Dengan adanya Diklat ini, kita minta supaya meng-upgrade diri lah. Sehingga kemampuan, keseriusan, tanggungjawab itu bisa terwujud. Jadi, keinginan kepala daerah itu bisa berimbang. Ini kadang-kadang tidak berimbang, udah kita rapat tepuk meja baru semua takut," ucapnya.

Gubernur Cornelis, membuka sekaligus tiga pelatihan yang diselenggarakan selama lima hari, dari 7-11 Agustus, Diklat Legal Drafting (Penyusunan Produk Hukum, Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP)) dan Kader Bina Damai bagi ASN dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kalbar.

Kepala BPSDM Kalbar, Anggraito menjelaskan, Diklat Legal Drafting ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap ASN dalam proses penyusunan peraturan perundang-undangan.

Sedangkan Diklat SPIP ini, dimaksudkan agar ASN bisa memahami dan mampu mempraktikan proses SPIP, sehingga dapat mewujudkan praktik birokrasi yang bersih. Sedangkan Bina Damai bagi ASN, agar peserta memiliki wawasan pada lingkup kerja yang menjadi tugasnya.

“Membangun kompetensi pegawai ASN selalu perekat dan pemersatu bangsa dan sekaligus kebutuhan peningkatan keahlian dalam merumuskan kebijakan dan program pembangunan. Memiliki kepekaan terhadap upaya membangun kedamaian," terangnya. (umr/and)


  •