Selasa, 17 September 2019


‘Kelamin Mainan’ Impor Beredar di Kalbar

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 1855
‘Kelamin Mainan’ Impor Beredar di Kalbar

SEX TOYS – Petugas Bea Cukai menunjukkan sex toys, sebelum pemusnahan dilakukan, Rabu (9/8). ‘Kelamin mainan’ ini, merupakan hasil penyitaan barang impor ilegal 2016 lalu yang masuk di Kalbar dan dipesan oleh para pemesannya. SP/Yodi

PONTIANAK, SP – Sex toy mungkin masih tabu bagi masyarakat, khususnya di Kalimantan Barat. Bahkan di Kalbar sendiri, dipastikan belum terdapat toko yang menjual alat bantu seks, berupa ‘kelamin mainan’ tersebut secara legal. Hal ini berbeda dengan negara barat, yang menjualnya secara terang-terangan.

Meski begitu, pada kenyataannya, barang pemuas birahi ini diam-diam telah beredar di Kalbar. Barang tersebut pun diimpor secara ilegal oleh para pemesannya.

Hal itu terungkap saat pihak Bea Cukai Pontianak melakukan pemusnahan barang tersebut hasil tangkapan tahun 2016 lalu pada Rabu (9/8).

Pada saat pemusnahan barang ilegal tersebut, terdapat sebanyak 90 pcs sex toy baik untuk pria maupun untuk wanita, yang turut dimusnahkan dengan cara digunting lalu dibakar.

Dalam pemusnahan tersebut, selain sex toy, Bea Cukai Pontianak juga memusnahkan 5100 bungkus rokok, 149 keping CD porno, bir sebanyak 45 kaleng, enam botol garam, satu botol vanily dan 617 barang campuran.

"Barang-barang yang dimusnahkan ini merupakan barang-barang ilegal yang diselundupkan ke Kota Pontianak tanpa dokumen," kata Kepala Bea Cukai Pontkanak, Dwiyono Widodo.

Dwiyono menjelaskan, barang-barang ilegal yang dimusnahkan tersebut, adalah hasil operasi pasar cukai periode tahun 2016 yang lalu. Untuk sex toys modus impor ilegalnya, dikirim menggunakan jasa kantor pos yang dikemas dalam bentuk paketan. 

"Jadi, sex toys ini kita amankan di Kantor Pos. Begitu juga CD pornografi. Barang ini semuanya dari luar negeri," jelasnya.

Menurutnya, tren barang ilegal yang paling banyak masuk di wilayah Pontianak yakni, rokok. Karena pangsa pasarnya banyak. Rokok yang tak bercukai tersebut kata dia merupakan rokok kualitas rendah. "Pita cukainya pun palsu," ungkapnya.

Ribuan bungkus rokok yang telah dimusnahkan tersebut, kata dia ditangkap di tiga wilayah, yakni Pontianak, Kubu Raya dan Kabupaten Mempawah.

"Hasil tangkapan ini sebagian dimusnahkan. Namun, juga ada barang-barang yang bisa dihibahkan setelah proses lelang, melalui persetujuan KPKLN," pungkasnya. (abd/and)


  •