Senin, 23 September 2019


Realisasi KIA Terbentur Prasarana

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 757
Realisasi KIA Terbentur Prasarana

SIAP CETAK – Petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pontianak menunjukkan Kartu Identitas Anak (KIA) yang nantinya akan diberikan pada anak Pontianak. Pada tahap awal 5.000 KIA siap didistribusikan untuk Kota Khatulistiwa. SP/Bala

Distribusi Tanda Pengenal Anak

PONTIANAK, SP – Kartu Identitas Anak (KIA) dalam waktu dekat akan segera didistribusikan di Kota Pontianak. Sebagai tahap awal, 5.000 anak di kota ini akan mendapatkan tanda pengenalan itu.
 
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Pontianak, Suparma menerangkan, sebenarnya sasaran total KIA, berjumlah 212 ribu anak. Ditargetkan 75 persennya dapat diselesaikan dengan cepat. Akhir tahun ini diharap jumlah itu bisa rampung didistribusikan. 

Namun demikian, jalan mulus realisasi tanda pengenal anak ini, masih terkendala sejumlah permasalahan. Di antaranya, keterbatasan operator, peralatan dan server. Saat ini saja, server dan alat cetak masih menumpang di mesin E-KTP. Target 5.000 di bulan ini pun lantaran keterbatasan ini.

"Nanti juga akan kerjasama dengan bidan dan rumah sakit untuk penertiban KIA ini dan bisa juga dengan PAUD, TK dan sekolah. Saat ini ada 32 rumah sakit termasuk bidan praktek juga yang sudah MoU," kata Suparma, Kamis (10/8). 

Suparma ditemui saat Sosialisasi Kartu Identitas Anak (KIA) di Aula Kantor Terpadu menjelaskan, untuk saat ini pihaknya telah menerima 21 ribu blangko dari total 32 ribu yang akan diberikan Pemerintah Pusat.

"Target cetak awal lima ribu karena kalau dipaksakan peralatan akan berpengaruh. Karena alat masih menempel dengan E-KTP," katanya. 

KIA sendiri berfungsi untuk memberikan pendataan anak yang baru lahir. Dan diperuntukkan untuk anak 0-17 tahun. Sehingga registrasi tak perlu dilakukan berulang. Kemudahan dalam pengurusan KIA bisa didapat dengan mengurus Akta Kelahiran. 

Pelayanan tersebut termasuk dalam bentuk pelayanan 3 in 1. Artinya, mereka yang mengurus Akta Kelahiran akan mendapatkan Akta Kelahiran, perubahan Kartu Keluarga dan KIA. Pelayanan 3 in 1 ini juga berlaku bagi Akta Kematian.

Dengan catatan, permohonan Akta Kelahiran harus dilakukan dalam tempo 0-60 hari sejak bayi lahir dan Akta Kematian paling lama 30 hari sejak peristiwa kematian. "Bila melewati batas tersebut, maka prosesnya melalui mekanisme seperti biasa," ujarnya.

Di daerah lain, KIA memang sudah disosialisasikan sejak lama, Suparma menjelaskan Pontianak baru diperkenalkan sekarang lantaran menunggu pembagian blangko dari Kementerian Dalam Negeri. Setelah persiapan selesai, barulah sosialisasi dilakukan.

"Insyallah dari 21 ribu  yang sudah masuk datanya,  diperkirakan dalam satu bulan ini bisa 5.000 dicetak karena datanya sudah valid. Jangan sampai berubah lagi,  karena orang setiap  hari berubah terus umurnya," imbuhnya.

Wali Kota Pontianak, Sutarmidji memang telah menyatakan siap untuk menerapkan KIA. Menurutnya, identitas anak itu sangat penting. Namun akan lebih baik, jika kartu ini turut memudahkan mereka dalam menerima hak. 

"Memang penting Kartu Identitas Anak, bahkan harusnya kartu itu berisikan juga hak-hak anak yang lainnya bagi mereka keluarga tidak mampu," katanya. 

Dia berharap, keberadaan KIA diharap akan membuat anak sejak lahir sudah memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK). Jika pun tidak, ketika sekolah nanti KIA bisa diberikan. Administrasi pendidikan ini menurutnya penting dan harus terus diperbaiki. 

"Tapi saya berharap KIA ini penting, apalagi kalau bisa disinergikan dengan kartu lainnya. Itu bisa berisikan kartu beasiswa, misalnya," pungkasnya. 
(bls/and)


  •