Senin, 16 Desember 2019


Pemain Layangan Ditipiring Rp1 juta

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 753
Pemain Layangan Ditipiring Rp1 juta

Ilustrasi

PONTIANAK, SP – Seorang pemain layangan di Kota Pontianak diberi sanksi tindak pidana ringan sebesar Rp1 juta oleh Pengadilan Negeri Pontianak. 

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), Syarifah Adriana menerangkan putusan itu dijatuhkan Rabu (16/8) kemarin. Dia menerangkan ini adalah bukti Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak tak main-main dalam menindak tegas pelanggar aturan.

"Dalam beberapa bulan terakhir ini, kami sudah memproses beberapa pemain layangan yang terjaring dengan mengajukan ke pengadilan untuk disanksi tindak pidana ringan (tipiring). Terakhir ada satu orang yang disidang dijatuhi sanksi tipiring berupa denda senilai Rp1 juta," jelasnya, Kamis (17/8).

Jika yang bersangkutan tidak sanggup membayar denda tersebut, maka akan menjalani kurungan paling lama tiga bulan. Sementara, bagi pemain layangan yang masih usia anak-anak, pihaknya tidak bisa memproses tipiring karena masih di bawah umur. 

Mereka yang terjaring razia, dipanggil orangtuanya untuk membuat pernyataan supaya mengawasi anak-anak dan tidak bermain layangan lagi.

"Kita tak segan-segan menindak tegas bagi siapa saja yang terjaring razia saat bermain layangan. Ini dilakukan untuk memberi efek jera bagi mereka yang masih membandel," ucapnya.

Barang bukti yang disita, seperti tali kawat, benang dan peralatan layangan lainnya, semuanya dimusnahkan. 
Satpol PP akan terus menggelar razia layangan hingga tidak ditemukan lagi warga yang bermain layangan. Permainan layangan dilarang di wilayah Kota Pontianak berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2004 tentang Ketertiban Umum. 

Alasannya permainan layangan sangat membahayakan terutama apabila talinya mengenai pengendara sepeda motor.

Selain itu, tali kawat juga bisa merusak jaringan listrik yang berakibat biarpet listrik. Bahkan Sudah banyak korban akibat permainan layangan, hingga memakan korban nyawa. Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat khususnya para orangtua untuk menegur anak-anak atau keluarganya yang bermain layangan.

"Kita minta, RT peduli dengan menegur warganya supaya tidak bermain layangan lagi karena risikonya sangat membahayakan bagi orang yang kebetulan tengah melintas di jalan," pungkasnya. 

Wali Kota Pontianak, Sutarmidji sebelumnya menegaskan, tidak ada tempat dan ruang di wilayahnya untuk bermain layangan. Tidak ada jaminan layangan yang dimainkan tidak menggunakan benang gelasan dan tali kawat. Pemkot akan menindak tegas para pemain layangan.

Dia menilai, tidak ada banyak manfaat yang didapat dari permainan layangan. Terkecuali festival atau layangan hias. Malah katanya bahaya yang ditimbulkan dari permainan layangan sangat merugikan. 

Selain benang gelasan dan tali kawat, juga disebabkan alat penggulung benang yang menggunakan mesin. Mesin alat penggulung benang itu menyebabkan nyawa seseorang melayang akibat gesekan benang yang terkena leher.

Midji mengutarakan, jika memang berat sebagai hobi, pemain layangan masih bisa menyalurkannya melalui Festival Layangan Hias. Pemkot secara rutin menggelar festival tersebut dua kali setahun. Dia pun mempersilakan para pemain mengikuti ajang itu.

Dia berharap, larangan ini tidak menjadi polemik, sebab ini demi keselamatan orang banyak. Mereka yang senang bermain layangan diminta tidak hanya memikirkan hobinya saja tanpa memikirkan nyawa orang lain. (bls/and)


  •