Kamis, 19 September 2019


Produksi Padi Kalbar Peringkat ke-13 Nasional

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 767
Produksi Padi Kalbar Peringkat ke-13 Nasional

PANEN PADI – Aktivitas panen padi dilakukan oleh petani di Kabupaten Kubu Raya, belum lama ini. Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar menyatakan produksi padi di Kalbar peringkat 13 nasional. Doc.SP

PONTIANAK, SP – Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar Heronimus Hero mengutarakan, produksi padi Kalimantan Barat, saat ini masuk peringkat ke-13 nasional dari 34 provinsi se-Indonesia. 

"Kami tetap menargetkan kenaikan produksi padi setiap tahunnya, tapi itukan tidak paralel, ketika kita ingin maju provinsi lain juga ingin maju," kata Heronimus Hero di Pontianak, Rabu (23/8).

Dia menjelaskan, saat ini tren produksi padi di Kalbar menunjukkan kenaikan. Berdasarkan angka ramalan dua, Kalbar telah bisa memproduksi 1,4 juta ton gabah kering giling per tahun atau angka tersebut naik dari tahun sebelumnya yaitu sebanyak 1,2 juta ton.

"Mudah-mudahan panen nanti target 1,8 juta ton per tahun bisa tercapai. Kalau 1,8 juta ton per tahun maka Kalbar bisa naik di posisi 10 besar nasional," ungkapnya.

Dia berharap, target tersebut bisa tercapai. "Kita memang harus mempunyai target, kalau tidak maka tidak akan termotivasi untuk lebih maju lagi," katanya.

Heronimus menambahkan, lahan fungsional di Kalbar yang sudah bisa dimanfaatkan 500.000 hektare. Jika petani bisa menanam padi dua kali saja dalam setahun, maka secara keseluruhan maka bisa mencapai satu juta hektare.

"Kalau hitungannya minimal bisa menghasilkan tiga ton saja per hektarenya maka Kalbar bisa menghasilkan tiga juta ton padi setiap tahunnya," katanya.

Saat ini, kebutuhan beras di Kalbar sekitar 600.000 ton beras. "Dari 1,4 juta ton tadi jika digiling maka bisa menghasilkan satu juta ton beras sehingga Kalbar sudah surplus beras sekitar 400.000 ton beras per tahunnya. Dengan demikian Kalbar sudah menjadi lumbung beras nasional," katanya. 

Sementara itu, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (Distan-TPH) Kalbar, berencana akan membudidayakan benih padi varietas baru di Kalbar, yakni padi galur.

"Padi galur, bulirnya itu berwarna merah putih," kata Kepala Unit Pengembangan Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (UPBTPH) atau Balai Benih Induk Peniraman Kalbar, Anton Kamaruddin.

Benih padi yang didapat sewaktu mengikuti Musda di Institut Pertanian Bogor (IPB), kata Anton, akan dicoba dibudidayakan di dua tempat, yaitu Samalantan, Kabupaten Bengkayang, dan Peniraman, Kabupaten Mempawah.

"Karena di daerah Peniraman itu mewakili daerah-daerah pasang surut tadah hujan. Kalau Samalantan itu kita pilih, karena perairannya relatif lebih bagus," terangnya.

Anton menjelaskan, keunggulan dari padi galur, kandungan antioksidannya lebih tinggi dari pada jenis padi lainnya.

"Tapi menariknya itu, karena penampilannya unik. Kalau biasa beras merah itu merah saja, tapi ini separuh merah separuh lagi putih," ungkapnya.

Karena masih tahap awal dan benih yang didapat cuma 5 kilogram, penanaman akan dilakukan dengan cara biasa.

Dalam dua tahun terakhir, padi galur memang tengah viral di media sosial terutama pada komunitas penggemar padi di Indonesia.

Padi jenis ini pertama kali ditemukan di sekitar reruntuhan candi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan awalnya dipopulerkan oleh salah satu warga setempat dari kerabat keraton. (ant/umr/and)


  •