Selasa, 24 September 2019


Lima Persen Hewan Kurban Idap Penyakit Hati

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 518
Lima Persen Hewan Kurban Idap Penyakit Hati

ANTAR KURBAN – Satu di antara warga tengah mengantar sapi kurban di Masjid Raya Mujahidin, saat Iduladha 1438 H lalu. Terkait penyakit hewan, lima persen hewan kurban di Kota Pontianak mengidap penyakit hati. SP/Balasa

PONTIANAK, SP – Dari hasil pantauan Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan Kota Pontianak selama Iduladha 1438 H, lima persen hewan kurban berpenyakit hati. Total ada 2.363 ekor hewan kurban dipotong tahun ini. Hati yang terjangkit itu pun langsung dikuburkan. 

"Untuk dagingnya, sejauh ini tak ada masalah dan boleh dikonsumsi. Perkiraan dari seribuan sapi, sekitar lima persennya ditemukan penyakit hati. Selain temuan tersebut, tata cara pemotongan hewan juga jadi perhatian sebagai bahan evaluasi tahun depan," kata Plt Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, Perikanan Pontianak, Bintoro, Senin (4/9).

Bintoro mengatakan, jumlah kurban tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya. Dari 2.363 ekor hewan kurban, 1.029 ekor di antaranya adalah sapi dan kambing 1.332 ekor. Sisanya kerbau dan domba. 

Dalam pantauan di lapangan, tata cara pemotongan hewan menurutnya masih salah. Pihaknya pun langsung bertindak dengan memberikan pemahaman sekaligus mengajarkan tata cara pemotongan hewan yang benar.

"Cara menguliti, memotong hingga pencincangan daging sebagian petugas pemotongan hewan masih belum sempurna. Ini akan terus kita evaluasi," tegasnya. 

Bintoro juga menemukan sapi yang belum layak potong. Alhasil, sebelum hari pemotongan, sosialisasi pada pedagang dan pembeli makin digencarkan. Pengecapan tanda hewan juga dilakukan untuk memudahkan membeli hewan layak kurban. Namun temuan hewan kurban belum layak potong masih saja terjadi.

"Ini akan jadi evaluasi kami juga. Ke depan sosialisasi akan ditingkatkan. Terutama soal tata cara pemotongan hewan ini," tandasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Pontianak, M Yuli Armansyah mengatakan, pelatihan tata cara pemotongan hewan kurban yang benar harus dilakukan dari sekarang. Mesti ada daftar siapa yang layak jadi tukang jagal. Jadi bukan sembarang orang ditunjuk motong hewan.

"Apakah ini sudah masuk dalam data Dinas Peternakan? Jangan sampai ada hewan penyakitan terkonsumsi masyarakat. Hal seperti ini sebaiknya harus diantisipasi," kata politisi Nasdem ini. 

Yuli berharap ke depan pengawasan jauh lebih ketat. Apalagi tiap tahunnya kurban terus meningkat. Dia pun mengungkapkan agar tiap panitia kurban bisa melapor, agar terakomodir semuanya. (bls/and)


  •