Comment Center Diskominfo Proteksi Publik dari Hoax

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 546

Comment Center Diskominfo Proteksi Publik dari Hoax
PEMAPARAN – Kepala Diskominfo Kalbar, Anthony Sebastian Runtu (kiri), memaparkan Comment Center yang akan diluncurkan November mendatang, Kamis (7/9). Salah satu kelengkapan kedinasan ini adalah tempat untuk memproteksi masyarakat dari berita hoax. SP/Uma
PONTIANAK, SP – Kemunculan kelompok siber Saracen, sempat menghangat di berbagai daerah lantaran kerap menebar info atau berita hoax yang bersifat provokatif.

Tak ayal, pihak kepolisian dengan cepat menangkal penyebarannya dengan membongkar sindikat yang ternyata diketahui bisa dipesan untuk berbagai kepentingan, termasuk tujuan politik dan perpecahan antar golongan.

Terkait keberadaan kelompok ini di Kalbar, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) setempat, belum mendapatkan indikasi bahwa kelompok ini menjalankan operasinya di Kalbar.

"Saya tidak berani mengatakan di Kalbar ada, tapi bisa jadi ada," ujar Kepala Diskominfo Kalbar, Anthony Sebastian Runtu, kepada awak media, kemarin.

Namun begitu, kata dia, potensi itu tetap ada. Terlebih lagi menjelang Pilkada serentak 2018 di Kalbar, kemunculan berita atau informasi hoax dan provokatif itu sangat dimungkinkan.

"Apalagi kita akan masuk tahun 2018, tahun pemilihan (Pilkada). Semua potensi itu ada," terangnya.

Untuk menangkal hal tersebut, Diskominfo akan membentuk Comment Center. Di mana salah satu kelengkapan kedinasan ini, bertugas memantau berbagai informasi di berbagai media sosial guna memproteksi masyarakat dari berbagai berita hoax.

"Dalam rangka itu, nanti kita fasilitasi dinas kita dengan Comment Center. Nanti ada yang namanya media sosial analitik. Aplikasi yang nanti akan bisa tahun persis, misalnya ada berita yang menjadi topik berita. Kita bisa tahu berapa persen mengarah ke sana (hoax), nanti kita konfirmasi ke Pusat," terangnya.

Rencananya, Comment Center akan diluncurkan November nanti. Dia menjelaskan, untuk menunjang kerja media sosial analitik, Diskominfo telah membentuk tim.

"Kami sudah membentuk tim peliput. Jadi kita punya tim yang bekerja mencari berita, yang mengamati media sosial. Nah, jadi nanti dari sumber-sumber pemberitaan kawan-kawan staf itu yang menjadi dasar kita," paparnya.

Kerja aplikasi ini didukung dengan teknologi yang cukup canggih. Pemberitaan yang dinilai mengarah pada informasi bohong, akan dengan cepat direspon. (umr/and)

Komentar