Kamis, 12 Desember 2019


Sekda Kalbar: Keberadaan Go-Jek Tidak Boleh Dilarang

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 575
Sekda Kalbar: Keberadaan Go-Jek Tidak Boleh Dilarang

Ilustrasi

PONTIANAK, SP – Keberadaan Go-Jek di Kota Pontianak, saat ini belum mengantongi izin dari Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja dan PTSP setempat. Sehingga, jasa transportasi  umum online tersebut dianggap belum sah beroperasi oleh Pemerintah Kota Pontianak.

Namun terlepas dari itu, Sekretaris Daerah Kalbar, M Zeet Hamdy Assovie justru punya pandangan berbeda. Menurutnya, angkutan online sebagai perkembangan teknologi apapun namanya, harusnya dapat disambut dengan baik.

"Ini sesuatu yang given kok, yang sunnatullah hukum alam. Dia tidak bisa ditolak, tidak bisa dihindari," ujarnya, Senin (11/9).

Sekda menilai, bukanlah pelarangan melainkan setiap pihak hendaknya mampu beradaptasi dengan hal semacam ini.

"Yang paling bijak adalah kita adaptif dengan perubahan itu. Kita bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman," katanya.

Sikap yang mesti ditunjukkan, baik itu masyarakat secara umum ataupun pemangku kebijakan, adanya jasa angkutan online ini menjadikan pemacu agar bisa menciptakan sesuatu yang bersifat teknologi lainnya.

"Jangan kemudian ada perkembangan zaman, kemudian kita tolak, kita ingin selalu bermain di zona nyaman saja, tidak mau bermain di zona kompetitif. Akhirnya kita membenarkan segala cara, dan mengatakan orang lain itu tidak benar. Ini tidak fair menurut saya," terangnya.

Sekda sangat mendukung keberadaan Go-Jek di Kota Pontianak. Sebab, hal ini katanya akan menjadi sesuatu yang dapat mendorong generasi muda untuk lebih membuka pengetahuan dan kreativitas di dunia teknologi.

"Masa kita harus tentang. Tinggal kita pikirkan sekarang, bagaimana caranya menata, mengelola, dan memanejemani manajemen transportasi darat ini. Jangan kita hanya life service, karena rakyat ini tidak lagi bodoh, semua sudah pintar," terangnya.

Senada dengan Sekda, Wakil Ketua DPRD Kalbar Suriansyah berpandangan, keberadaan Go-Jek atau pun jasa angkutan online lainnya, memang tidak bisa dihindari. Sebab, ini merupakan perkembangan di era teknologi di mana fasilitas masyarakat sangat dibutuhkan.

"Belajar dari pengalaman di kota-kota besar, keberadaan itu disambut baik oleh masyarakat karena dianggap lebih efisien. Dan ini juga menjadi peluang bagi tenaga. Saya rasa tidak bisa dilarang," ujarnya.

Dia berharap, ke depan para pelaku usaha jasa angkutan umum bisa mengembangkan profesi yang dijalaninya sebagaimana dengan Go-Jek.

"Mungkin bisa kita arahkan apa yang dilakukan ojek-ojek tradisional untuk ikut di program online itu. Kalau soal tarif, itu mungkin perlu dibicarakan," tuturnya. (umr/and)


  •