Kemenag Antisipasi Penyalahgunaan Paspor Umrah

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 536

Kemenag Antisipasi Penyalahgunaan Paspor Umrah
Ilustrasi
PONTIANAK, SP – Kepala Seksi Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama Kota Pontianak, Syamsul Bahri  mengatakan, pihaknya terus mengantisipasi modus penyalahgunaan paspor untuk haji dan umrah.

“Misalnya jemaah yang berangkat melaksanakan umrah, namun ternyata di sana justru menjadi TKI ilegal,” katanya, Minggu (17/9). 

Menurut Syamsul, antisipasi ini berkaca pada kasus yang terjadi di Jakarta pada tahun 2016 lalu. Saat itu, sebuah travel umrah yang memberangkatkan jemaah sebanyak 700 orang, namun ketika kembali hanya 500 orang saja. Sementara sisanya, sebanyak 200 jemaah disinyalir tinggal menjadi TKI ilegal.

"Ini menjadi antisipasi kita jangan sampai jemaah tinggal di sana dengan menjadikan modus umrah sebagai batu loncatan untuk menjadi TKI ilegal. Makanya, kita menutup celah ini agar jangan sampai travel mengecewakan jemaah dan menjaga jemaahnya” katanya. 

Maka itu, guna mencegah kemungkinan buruk tersebut, pihak Kementerian Agama telah bekerja sama dengan Kementerian Hukum dan Ham, terutama Direktorat Jenderal Imigrasi dalam pembuatan paspor bagi jemaah haji dan umrah.

"Kita melakukan antisipasi, melalui pemberian rekomendasi kepada setiap jamaah umrah maupun haji plus dalam pembuatan paspor. Ini merupakan bentuk kerja sama kita dengan Dirjen Imigrasi," katanya. 

Menurutnya, kerja sama antisipasi ini patut dilakukan mengingat sudah ada beberapa kantor pusat maupun kantor cabang travel penyelenggara haji dan umrah yang berada di Kota Pontianak. 

"Kantor pusat ada tujuh, kantor cabang ada 16. Dan akan terus bertambah seiring dengan adanya pertemuan awal antara Kementerian Agama dengan Kemenkumham dalam pembuatan paspor," pungkasnya. (bls/and)

Komentar