Senin, 14 Oktober 2019


LAKI Minta Tersangka Korupsi IAIN Pontianak Ditahan

Editor:

Admin

    |     Pembaca: 766
LAKI Minta Tersangka Korupsi IAIN Pontianak Ditahan

DIPERIKSA- Rektor IAIN Pontianak, Hamka Siregar saat menjalani pemeriksaan di Polresta Pontianak, Rabu (9/11). (SP/Umar Faruq)

PONTIANAK, SP - Ketua Umum Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kalimantan Barat, Burhanuddin mengatakan, penanganan perkara dugaan korupsi pengadaan meubeler di Rusunawa IAIN Pontianak telah berlangsung cukup lama. Padahal menurut dia perkara tersebut terbilang sepele.

Belum lagi menyangkut sikap Kejaksaan Negeri Pontianak, yang mana setelah dilakukan tahap dua penyerahan alat bukti dan tersangka Hamka Siregar bulan lalu, tidak langsung ditahan dan belum lagi disidang sampai sekarang.

“Bila memang tersangka tidak ditahan oleh Kejari, maka hal tersebut sangat memprihatinkan dalam komitmen pemberantasan korupsi. Tersangka korupsi harus ditahan, karena beda dengan perkara lain,” kata Burhanuddin kepada Suara Pemred, Minggu (17/9).


Dia menegaskan, lembaga penegak hukum yang tidak mampu menahan seorang tersangka korupsi dapat diragukan komitmennya dalam pemberantasan tindakan rasywah tersebut. “Masyarakat tentu akan bertanya, ada apa?” ucapnya.

Selain itu, tidak ditahannya seorang tersangka korupsi dianggap tidak akan menimbulkan efek jera. “Apa adil tersangka pidana curi ayam ditahan sedangkan tersangka yang jelas merugikan rakyat tidak ditahan?” tanyanya.

Maka dari itu, LAKI berharap dan mendukung Kejari untuk menuntaskan kasus ini dengan menahan tersangka dan segera disidangkan di Pengadilan Negeri Pontianak. LAKI juga mendukung kejaksaan dalam pemberantasan korupsi demi Indonesia hebat.

“Kita juga berencana mendatangi Kejari Pontianak secara langsung untuk mempertanyakan sampai sejauh mana kasus ini,” tutupnya. (ang/and)