Bongkar Muat Perlu Dipercepat

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 705

Bongkar Muat Perlu Dipercepat
BONGKAR MUAT – Aktivitas bongkar muat barang di Pelabuhan Dwikora Pontianak beberapa waktu lalu. Pada peringatah Hari Perhubungan Nasional, Selasa (19/9), Wali Kota Pontianak, Sutarmidji meminta Pelindo II berinovasi dengan memangkas waktu bongkar muat. D

Pemkot Minta Pelindo Berinovasi 


Deputi GM Hukum dan Pengendalian Internal Pelindo II Pontianak, Wiluyo
Kalau mau kita tekan di area dua hari, kalau di luar (pelabuhan) belum bisa 24 jam beroperasi itu agak sulit. Makanya kami juga minta dukungan pemerintah daerah provinsi maupun kota kiranya infrastruktur di luar pelabuhan juga bisa bergerak bersama-sama, itu saja

PONTIANAK, SP
– Wali Kota Pontianak, Sutarmidji menginginkan dwelling time atau bongkar muat di Pelabuhan Dwikora Pontianak, bisa dilakukan dalam tempo di bawah dua hari. 

"Pelabuhan Pontianak sudah bagus. 2,9 hari sudah cepat, tapi kalau saya, punya target seharusnya di bawah dua hari, saya yakin jajaran Pelindo di Dwikora mampu," ucapnya usai apel Hari Perhubungan Nasional di Pelabuhan Dwikora Pontianak, Selasa (19/9).

Menurutnya, sudah banyak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mendapat penghargaan internasional dalam memberikan pelayanan dan keselamatan pelayanan, serta melakukan konektivitas satu pulau dengan pulau lain di Indonesia. Hal ini, berkaitan dengan percepatan arus barang yang diarahkan oleh Presiden Jokowi.

Walaupun Pelabuhan Dwikora di bawah kewenangan Pelindo II, namun dia menyatakan pelayannya sudah cukup baik. Ketika Pemerintah Pusat menginginkan dwelling time enam hari, di Pontianak sudah 2,9 hari. Akan tetapi, Sutarmidji berujar akan lebih bagus jika bisa di bawah dua hari. 

"Tentu harus diikuti dengan sarana dan prasarana yang memadai. Dan kalau di sini, sudah menggunakan IT, sehingga orang di lapangan tidak banyak lagi, tinggal menggunakan kontrol dalam ruangan," lanjutnya. 

Untuk peningkatan ke depan, dia ingin inovasi terus dilakukan. Jajaran di perhubungan mesti bisa memberikan pelayanan yang cepat, murah, dan selamat.

Di sisi lain, menyoal keluhan waktu operasional angkutan kontainer dari pelabuhan, dia menjelaskan saat ini jembatan di Jalan Imam Bonjol tengah dalam perbaikan. Karena kondisi yang tidak memungkinkan, mau tidak mau jembatan itu dibongkar dan dibangun ulang. Namun dia tidak memungkiri, arus keluar masuk barang memang hanya melewati jalan itu. 

"Sudah membahayakan dan dibangun baru. Kemudian Jalan Ayani hanya untuk roda empat dan jam tertentu hanya roda empat ke atas, sebenarnya tidak ada hambatan, dan kita maunya pelabuhan itu 24 jam, dan kontainer itu keluar malam saja," ungkapnya. 

Dia mempertimbangkan, jika kontainer beroperasi di malam hari, beban kemacetan besar di Pontianak tidak akan terjadi. Dia pun menginginkan adanya kelancaran arus barang. 

"Dan kita ingin kelancaran arus barang, dulu pelabuhan mengeluhkan jam enam sore sudah sepi, sekarang harusnya bisa 24 jam," pungkasnya. 

Sementara itu, Deputi GM Hukum dan Pengendalian Internal Pelindo II Pontianak, Wiluyo menyatakan, kesiapan dwelling time bukan hanya dari pelabuhan tapi juga pihak luar. Depot-depot di luar pelabuhan Pontianak jumlahnya sedikit. Saat ini Pelabuhan Dwikora sudah beroperasi 24 jam. Artinya, di luar pelabuhan juga harus beroperasi 24 jam.

"Kalau mau kita tekan di area dua hari, kalau di luar (pelabuhan) belum bisa 24 jam beroperasi itu agak sulit. Makanya kami juga minta dukungan pemerintah daerah provinsi maupun kota kiranya infrastruktur di luar pelabuhan juga bisa bergerak bersama-sama, itu saja," jelasnya. 

Wiluyo menerangkan, harus ada keseimbangan operasional di dalam dan luar pelabuhan. Kendala ini menurutnya, harus ditanggulangi sama-sama. Di internal Pelindo II pun, pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas layanan, terkait dengan operasi dan peralatan. 

"Memang ada beberapa keluhan pelanggan bahwa alat sering rusak, tapi itu, bagi kami tantangan. Karena bagaimana pun alatnya kan beroperasi selama 24 jam, pasti di suatu titik tertentu ada yang suka sedikit bermasalah," jabarnya. 
Namun demikian bersama dengan pihak mitra, Pelindo II akan terus berusaha supaya kerusakan alat tidak terlalu lama. 

"Kami akan selalu menekan sedikit mungkin waktu terbuang karena kerusakan alat, tapi itu bukan kendala utama, hanya tantangan kami," pungkasnya. (bls/and) 

Komentar