Selasa, 24 September 2019


Jemaah Haji Banyak Alami Sesak Nafas

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 666
Jemaah Haji Banyak Alami Sesak Nafas

KEPULANGAN JEMAAH – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kalbar, Syahrul Yadi ketika diwawancarai saat kepulangan jemaah haji dari Tanah Suci, Selasa (19/9). SP/Umar

PONTIANAK, SP – Tiga jemaah haji yang baru saja tiba dari Bandara Supadio, harus dipapah masuk ke ruang kesehatan Asrama Haji Pontianak, Jalan Letjend Soetoyo, Selasa (19/9) siang. 

Satu jemaah perempuan, dan dua lagi laki-laki. Ketiganya dibawa dan langsung beristirahat di ruang kesehatan.

Kondisi ini terjadi saat kedatangan 443 jemaah haji dari kloter 11, yang tiba di Kalbar setelah terbang dari Bandara Hang Nadim Batam, usai melaksanakan ibadah di tanah suci Mekkah. Kloter ini terdiri dari jemaah asal Kabupaten Sanggau, Landak, Melawi dan Mempawah beserta Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD).

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kalbar, Syahrul Yadi memastikan secara keseluruhan jemaah haji datang dalam kondisi sehat.

"Secara keseluruhan sehat, meskipun ada empat orang yang menggunakan kursi roda," ujarnya.

Kesehatan jemaah haji yang sudah tiba pun akan terus dipantau dalam beberapa pekan. Pemantauan melibatkan Puskemas yang memang sudah ditunjuk. "Ada SOP dan masih dipantau panitia haji," katanya.

Selama melaksanakan ibadah haji, sakit yang banyak dialami jemaah haji adalah sesak nafas. Bukan lantaran penyakit bawaan, melainkan disebabkan kondisi jemaah sedunia yang sangat padat sehingga harus berdesak-desakan. Belum lagi usia jemaah yang sudah lanjut.

"Selain sesak nafas, ada juga yang gejala jantung. Tapi yang paling banyak sesak nafas," terangnya.

Dari jadwal kepulangan, ada tiga penerbangan yang membawa jemaah haji dari Bandara Hang Nadim menuju Supadio Pontianak. Penerbangan pertama pukul 09.40 WIB, tiba di Bandara Supadio pukul 10.40 WIB. Namun sempat tertunda, jemaah baru tiba pukul 11.20 WIB di Pontianak.

Sebelum menuju ke asrama, di Bandara Supadio, jemaah haji terlebih dulu mendapat pengarahan dari tim kesehatan. Setelah tiba dari asrama haji, jemaah bisa memilih untuk menginap atau langsung pulang ke daerah asalnya.

Penerbangan kedua, sesuai jadwal tiba pukul 11.40 WIB. Jemaah haji yang ikut penerbangan kedua ini, berangkat dari Batam pukul 10.40 WIB. Untuk penerbangan ketiga, jemaah berangkat pukul 13.50 WIB dan tiba pukul 14.50 WIB. Jadwal ini terus berlanjut hingga hari terakhir jemaah haji tiba, tanggal 24 September mendatang.

Syahrul menerangkan, pada ibadah haji tahun ini, ada sembilan jemaah yang meninggal dunia. Delapan orang meninggal di Mekkah dan satu lagi di Madinah. Mereka yang meninggal berasal dari Kabupaten Mempawah, Kubu Raya, Sekadau, Sambas, Kota Pontianak dan Singkawang.  

Sementara itu, satu di antara jemaah, Tirmades bersyukur dapat kembali ke tanah air. Dia berangkat bersama sang istri.

"Alhamdulillah sehat, meskipun sakit hanya meriang sedikit dan batuk," ucap jemaah asal Kabupaten Melawi ini.

Menurutnya, pelayanan ibadah haji tahun ini cukup baik. Namun terdapat kendala tatkala berada di Arafah.

"Pelayanan dari pengantaran hingga ke Mekkah baik. Kurang baiknya di Arafah, tidurnya berjejalan dan makan terlambat sekali juga," cerita dia.

Dia berharap, ke depan pemerintah dapat mengevaluasi kekurangan ini, sehingga ada perbaikan pada ibadah haji tahun nanti. Terutama saat melakukan ibadah di Arafah. (umr/and)


  •