Khatam Massal 15 Ribu Siswa Pecahkan Rekor MURI

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 724

Khatam Massal 15 Ribu Siswa Pecahkan Rekor MURI
Ilustrasi
PONTIANAK, SP – Dalam rangka Hari Jadi Kota Pontianak ke-246, 15.000 siswa akan melakukan khataman Alquran massal. Rencananya, agenda ini juga didaftarkan ke Museum Rekor Indonesia. Wali Kota Pontianak, Sutarmidji, menerangkan khataman massal ini merupakan implementasi dari program khatam Alquran bagi siswa Muslim di jenjang SMP.

"Karena kalau yang belum khatam artinya dia belum punya sertifikat, nanti mau SMA sertifikat dilampirkan. Kalau tidak ada, akan kita treatment secara khusus sampai dia khatam quran," katanya usai memberikan arahan kegiatan itu di Aula Sultan Syarif Abdurrahman, Kantor Wali Kota Pontianak, Selasa (19/9).

Program itu diadakan agar siswa SMA sudah khatam Alquran ketika tamat. Peserta khataman 15.000 siswa yang rencananya akan digelar 14 Oktober 2017 itu akan diikuti siswa jenjang SMP ke bawah.

"Kalau rekor MURI yang ada sekarang 12 ribu orang, kita 15 ribu jadi sayang juga kalau tidak dicatat. Pencatatan itu hanya untuk menyemangati saja, sehingga kita ke depannya, apakah ini tiap tahun atau dua tahun sekali atau tiga tahun sekali, harus dilaksanakan secara massal," ungkapnya.

Sebelumnya Pemerintah Kota Pontianak telah menggelar khataman massal dengan peserta 1.500 orang. Kini ditingkatkan sepuluh kali lipat. Sutarmidji menambahkan, agenda ini bukan untuk membedakan antara Muslim dengan yang lain. Jika ada umat agama lain yang ingin bikin agenda sama, pihaknya siap memfasilitasi.

"Misalnya ada kegiatan apa, saya kan tak mengerti apa-apa yang harus mereka lakukan, tapi boleh. Sepanjang itu kan salah satu pendidikan karakter, anak harus mengenal ajaran agamanya dengan baik," katanya.

Lewat mengenal ajaran agama dengan baik, anak bisa mengimplementasikannya dengan baik pula. Kemungkinan besar, anak akan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya narkoba, tawuran dan hal buruk lain. 

Ajaran agama menurutnya, harus dipegang teguh. Karena merupakan yang paling baik dibandingkan konsep-konsep yang lainnya.

"Jadi konsep dari Allah, konsep dari Tuhan itu jauh lebih baik dari konsep-konsep yang dibuat oleh manusia dalam menghadapi masalah kejiwaan," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Pontianak, Mulyadi menambahkan untuk agenda ini, pihaknya sudah menghubungi MURI. Sehari sebelum hari H, pihak museum rekor dipastikan sudah di Pontianak. 

"Pesertanya akan dari sekolah, kemudian yang mengaji tradisional dari guru-guru mengaji dan diperkirakan paling sedikit 15 ribu orang," jelasnya. 

Khataman massal ini akan digelar di Masjid Raya Mujahidin. Secara teknis, LPTQ akan menyediakan konsumsi dalam bentuk yang diberikan ke masing-masing sekolah. Termasuk juga urusan pengamanan sepatu para peserta. Jumlah yang banyak, membutuhkan penanganan serius, walau untuk urusan yang terdengar sepele. 

"Kita juga serahkan pada bapak ibu guru menjadi pendamping agar anak-anak muridnya tertib," sambungnya. 

Mulyadi meyakini, target 15 ribu peserta akan tercapai. Saat ini, walau baru 94 sekolah yang mendaftar, sudah ada 6.230 orang. Di Pontianak, ada 238 sekolah SD dan SMP. Jumlah itu belum ditambah dengan sekolah MI dan MTS. 

"Prediksi saya akan lebih, karena jumlah siswa SD saja sampai 75 ribu di Pontianak. Sekolah yang mengirim peserta banyak akan diberi penghargaan sendiri, karena dalam khataman Alquran ini menjadi motivasi bagi sekolah, anak dan orangtuanya untuk mencintai Alquran," pungkasnya. (bls/and)

Komentar