Kapolda Fokus Amankan Perbatasan

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 444

Kapolda Fokus Amankan Perbatasan
SIDAK – Kapolda Kalbar, Irjen Pol Erwin Triwanto saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) pengamanan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Idulfitri kemarin. Erwin menegaskan pihaknya akan fokus terhadap pengamanan di perbatasan negara. TRIBRATANEWS
PONTIANAK, SP – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalbar, Irjen Pol Erwin Triwanto menyatakan, pihaknya memberikan perhatian khusus pada pengamanan perbatasan, salah satunya perbatasan darat Entikong, Kabupaten Sanggau dengan Malaysia.

"Karena selama ini, Sanggau memiliki PLBN Entikong, cukup rawan dalam berbagai aktivitas ilegal, termasuk penyelundupan. Sehingga perlu kami berikan perhatian khusus dalam pengamanannya," kata Erwin Triwanto, kemarin.

Dia menjelaskan, beberapa catatan Polda Kalbar, pengungkapan human trafficking, penyelundupan narkoba dan barang ilegal lainnya yang diduga dari distrik Tebedu Malaysia masuk melalui PLBN Entikong maupun dari jalan tikus atau jalan tidak resmi.

"Ada belasan jalur jalan tikus atau jalan hutan dari Malaysia menuju akses Kecamatan Entikong dan Sekayam tujuan Sanggau menuju Kota Pontianak, yang rawan digunakan dalam aktivitas ilegal tersebut," ungkapnya.

Sebelumnya, Wakpolda Kalbar, Brigjen Pol Amrin Remico menyatakan, pihaknya bersama BNN dan instansi terkait kembali memperketat pintu-pintu perbatasan guna mencegah masuknya berbagai jenis narkoba ke Kalbar.

Dia menambahkan, banyak pengungkapan upaya penyeludupan barang-barang haram tersebut di kawasan perbatasan, dampak dari diperketatnya pintu-pintu masuk perbatasan tersebut.

"Karena Kalbar termasuk daerah transit dan tujuan pasar jaringan narkoba internasional," ungkapnya.

Perbatasan Kalbar-Malaysia memang perlu menjadi perhatian serius karena memiliki panjang perbatasan darat sekitar 996 kilometer, serta ada sekitar 52 jalan tikus (jalan setapak ilegal), yang menghubungkan 55 desa di Kalbar dengan 32 kampung di Sarawak, sehingga sangat rawan digunakan untuk praktik-praktik ilegal.

Kemudian, Kalbar salah satu daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia Timur atau Sarawak, serta Laos dan India, sehingga menjadi ‘surga’ peredaran jaringan narkotika internasional. 

Dan ditambah lagi perbatasan darat yang cukup panjang dan laut terbentang luas, sehingga Kalbar rawan terjadi berbagai
praktik ilegal.

“Tidak mengherankan, kalau Kalbar termasuk daerah segi tiga emas peredaran narkoba internasional yang rawan dan menjadi sasaran peredaran narkotika lintas negara,” ujar Amrin. (ant/and)

Komentar