Selasa, 24 September 2019


2019 Pontianak Bebas Kawasan Kumuh

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 1089
2019 Pontianak Bebas Kawasan Kumuh

KUMUH – Tampak kondisi kumuh di lingkungan water front, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak. Tumpukan sampah mengambang di permukaan air Sungai Kapuas. Wali Kota Pontianak, Sutarmidji menyebutkan kawasan kumuh bakal tuntas pada 2019 mendatang. Dok S

Upaya Penataan Kota


Wali Kota Pontianak, Sutarmidji
Dengan selesainya (penataan) Tembelan Sampit, tahun depan kita arahnya ke Parit Pekong, kemudian Banjar Serasan. Insyaallah 2019 kawasan kumuh tuntas

PONTIANAK, SP
– Wali Kota Pontianak, Sutarmidji menargetkan, persoalan kawasan kumuh selesai tahun 2019 mendatang. Sejauh ini, luasan kawasan kumuh di Pontianak sebesar 66 hektare dari total 107.800 hektare wilayah administrasi kota.

"Dengan selesainya (penataan) Tembelan Sampit, tahun depan kita arahnya ke Parit Pekong, kemudian Banjar Serasan. Insyaallah 2019 kawasan kumuh tuntas," ujar Sutarmidji, Minggu (24/9).

Kawasan kumuh ini tersebar di banyak titik. Kecamatan Pontianak Utara, Pontianak Timur dan Pontianak Barat, berurutan menjadi wilayah dengan luasan daerah kumuh terbesar. Selain itu, kawasan pinggir sungai jadi tempat sebaran terbanyak.

"Salah satu kawasan kumuh kan di water front tadi. Banjar Serasan selesai, tinggal Beliung, itu hanya beberapa titik, tidak sampai 10 hektare di Beliung," katanya.

Selain meyakini kawasan kumuh hilang di tahun 2019, Sutarmidji juga memperkirakan sanitasi dan air bersih bisa dientas bersamaan. Kawasan kumuh, sanitasi dan air bersih memang masuk dalam program 100-0-100 pemerintah. 

Merujuk pada target RPJMN 2015-2019 untuk mewujudkan 100 persen akses aman air minum, nol persen kawasan kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak.

"Sanitasi saya kira bisa selesai, kalau air bersih bisa. Karena kapasitas produksi kita tahun ini 2.150 liter per detik, itu bisa untuk 1,3 juta, kemudian tahun ini ada pemasangan 200 pipa tersier di gang-gang, tahun depan juga insyaallah jumlahnya seperti itu," sebutnya.

Guna mewujudkan akses air bersih, dalam waktu dekat, booster PDAM di Kecamatan Pontianak Utara akan dibangun. Selama ini, capaian pelanggan PDAM di Pontianak Utara dan Timur memang kurang karena infrastruktur yang tidak memadai.

"Di daerah Pontianak Utara booster satu lagi, sehingga air bersih mereka akan gampang mengakses. Alasan pelanggan kurang di Timur dan Utara karena tidak ada pipa tersier," pungkasnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pontianak, Amirullah menambahkan, dalam beberapa waktu terakhir, pengentasan kawasan kumuh berkurang drastis. Selain ada penataan kawasan tepi sungai lewat water front, program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) juga telah masuk.

"Jadi banyak program, kegiatan dan dana pusat maupun dana daerah dalam penangan daerah kumuh. Terutama dari Direktorat Pengembangan Kawasan Pemukiman dari Cipta Karya Kementerian PU-PR," jelasnya.

Penanganan kawasan kumuh di Pontianak dikoordinasikan dalam 14 liniasi. Tujuannya meningkatkan kawasan, dari yang semula kumuh menjadi tidak kumuh. 2018 mendatang, Amirullah menambahkan ada tambahan alokasi dana dari pusat. 

"Dari pemerintah pusat untuk menangani kawasan Banjar Serasan, dan diharapkan kawasan semula kumuh jadi tidak kumuh. Semua kawasan kumuh akan kita tuntaskan menjadi tidak kumuh, dalam waktu enam tahun dari 200-an hektare lahan kumuh saat ini tinggal 60 hektare, dan target 2019 akan tuntas semua," yakinnya. (bls/and)


  •