Kampung KB Dipercaya Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 620

Kampung KB Dipercaya Tingkatkan Kesejahteraan Warga
GUNTING PITA – Seremonial gunting pita saat peluncuran program Kampung KB di Kelurahan Benua Melayu Laut, Kecamatan Pontianak Selatan, Selasa (26/9). Kampung KB diharapkan mampu menyejahterakan warga setempat. SP/Anugrah
PONTIANAK, SP – Pemerintah Kota Pontianak bersama instansi terkait, meresmikan Kampung KB Kapuas Ceria di Jalan Tanjungpura, Gang Perintis, Kelurahan Benua Melayu Laut, Kecamatan Pontianak Selatan, Selasa (26/9). 

Kampung yang terletak persis di bawah Jembatan Kapuas I, merupakan instruksi langsung dari Presiden RI kepada BKKBN, agar menyusun kemasan program dan kegiatan yang dapat memperkuat percepatan pencapaian sasaran pembangunan Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga tahun 2015-2019 sekaligus menjadi ikon BKKBN.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kota Pontianak, Dharmanelly mengutarakan, pencanangan kawasan ini merupakan yang kedua di tahun 2017.  

Sebelumnya, Kampung KB dilakukan di Parit Bentasan, Kelurahan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara. 

Dharmanelly menjelaskan, sejumlah kriteria pemilihan lokasi yang akan ditetapkan sebagai Kampung KB. Di antaranya, jumlah keluarga pra sejahtera di atas rata-rata di desa/kelurahan di mana kampung tersebut berada, jumlah peserta KB di bawah rata-rata pencapaian peserta KB tingkat desa/kelurahan di mana kampung KB tersebut berlokasi. 

Selain itu, kriteria wilayah dengan kategori kumuh, pesisir, Daerah Aliran Sungai (DAS), kawasan miskin, padat penduduk dan lain-lain. 

“Selanjutnya kriteria khusus, dengan kategori angka partisipasi penduduk usia sekolah rendah, program KB di mana peserta KB aktif dan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) lebih rendah dari capaian rata-rata tingkat desa/kelurahan serta tingkat unmet need lebih tinggi dari rata-rata tingkat desa/kelurahan dan lain-lain,” paparnya.

Dia menerangkan, pemilihan dan penetapan lokasi, pihak BKKBN Provinsi Kalbar dan Pemkot Pontianak menyerahakan kepada camat masing-masing wilayah di Kota Pontianak untuk menilai di mana lokasi yang paling ideal. Setiap kecamatan hanya terdapat satu Kampung KB saja.

"Maka kita rembuk dengan para camat, nanti camat yang memilih lokasi mana yang paling perlu untuk dijadikan lokasi pembangunan pencanangan Kampung KB. Selain itu, ini bukan hanya BKKBN saja, tapi semua instansi memberikan kontribusinya," ujarnya.

Dharmanelly menyampaikan, Kampung KB merupakan langkah awal dalam menciptakan suatu kawasan yang lebih baik dan sejahtera. Sehingga perlu mendapatkan dukungan politis, teknis, dukungan operasional, serta komitmen membangun untuk menjadikan program ini sebagai urusan bersama. Dengan demikian, kegiatan ini bisa terus konsisten dan berkesinambungan.

Dharmanelly berharap, Kampung KB jangan hanya sampai pada pencanangan saja. Namun juga mendapat dukungan dari mitra kerja, stakeholder, program dan kegiatan lintas sektor bisa diintegrasikan di Kampung KB dengan tujuan agar masyarakat bisa lebih sejahtera. 

"Kita berharap, masyarakat juga ikut menerima pembaharuan. Jadi diharapkan bisa lebih sadar dan mendukung program ini," ujarnya.

Selain peresmian Kampung KB, digelar pula donor darah dan juga stan yang menjual makanan dan juga minuman ringan.

Camat Pontianak Selatan, Iwan Amriadi Amran menyebutkan, mekanisme pemilihan lokasi dilakukan dengan waktu yang cukup panjang dan berbagai pertimbangan. Di Kampung KB ini, juga dibangun Posyandu oleh Pemkot Pontianak, terdapat pula Sekretariat Pemadam Kebakaran Kapuas Bhakti yang tergabung dengan Sekretariat Kampung KB.

"Di sini satu-satunya lokasi di Pontianak, kita semua bisa melihat sebuah ciri masyarakat urban perkotaan yang berada di bawah jembatan, yang membentuk sebuah pola hubungan kehidupan sosial, yang umumnya hanya dapat kita saksikan di Jakarta,” terangnya.

Iwan menyebutkan, lokasi ini punya kondisi-kondisi khusus yang memang unik. Sehingga bisa dikembangkan lebih lanjut.
Selain itu, dia juga menyampaikan pembentukan Kampung KB dibuat untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pemilihan lokasinya bukan pada daerah yang sudan terbangun, namun pada daerah yang masyarakatnya memerlukan akses pelayanan terhadap berbagai fasilitas, termasuk kesehatan. 

Dia juga berharap, ke depannya program ini dapat diperluas jangkauan pelayanannya hingga ke pelayanan pendidikan, pembuatan akte kelahiran, akte kematian, pelayanan perizinan, serta peluang terciptanya lapangan pekerjaan.

"Harapan kita sangat besar, terutama berkaitan dengan perubahan lingkungan dan masyarakat. Kegiatan ini bukan hanya berkaitan dengan dua anak cukup, tapi lebih ke arah perkembangan sebuah keluarga yang lebih jauh," tambahnya.

Iwan juga berharap kepada pihak terkait, pengelolaan dan pengembangan Kampung KB, sebaiknya dilakukan dengan mekanisme dekonsentrasi langsung, dengan melimpahkannya kepada camat atau melalui jalur tugas pembantuan. 

Agar kewenangan dalam mengelola program lebih teratur, jelas dan bisa dipertanggungjawabkan langsung oleh camat.
Kehadiran Kampung KB, memberikan harapan baru bagi masyarakat sekitar untuk mendapatkan dampak positif. 

Ketua Rt03/Rw03 Kelurahan Benua Melayu Laut, Syarif Kamaru Zaman menyambut baik program ini. 

"Sangat bagus bisa memotivasi masyarakat sekitar supaya hidup sehat, bersih serta dapat memiliki pola hidup lebih matang ke depannya," ujarnya.

Kepala Sub Bidang Bina Kesertaan KB Jalur Pemerintahan dan Swasta, BKKBN Kalbar, Abdul Salam, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkomitmen dan mendukung, mulai dari fasilitas, proses pemilihan, penempatan lokasi, persiapan hingga pencanangan program ini

Dia berharap program ini bisa terintegrasi dengan program-program pembangunan lainnya. Untuk itu diimbau setiap anak di kampung ini harus mempunyai akta kelahiran, setiap anak usia sekolah harus bersekolah, pasangan subur yang belum KB ikut KB,  membentuk kelompok Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL).

Serta membentuk Pusat Informasi dan Konseling remaja, membentuk Pojok Kependudukan atau Pojok Informasi Desa, program pengentasan kemiskinan, program pendidikan masyarakat yaitu Paket A B dan C, dan lain-lain sesuai dengan kondisi kebutuhan masyarakat. (aan/and)