Senin, 23 September 2019


Kasatlantas: Lalin di Pontianak Lebih Tertib dari KKR

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 717
Kasatlantas: Lalin di Pontianak Lebih Tertib dari KKR

ARUS LALIN – Kepadatan arus lalu lintas di Jalan Sutoyo, Kota Pontianak, Rabu (27/9). Meski volume kendaraan terus bertambah, namun dibandingkan dengan Kubu Raya, Pontianak masih lebih tertib lalu lintas. Dok SP

PONTIANAK, SP – Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Pontianak, Kompol Syarifah Salbiah mengungkapkan, soal ketertiban lalu lintas, Kota Pontianak lebih tertib dari Kabupaten Kubu Raya. 

Di Kubu Raya, menurutnya masih kerap ditemukan pengendara yang melawan arah, bonceng tiga, tidak menggunakan helm dan pelanggaran lainnya.

"Kemudian juga kepedulian dinas instansi sesuai dengan instruksi dari Inpres Nomor 4 Tahun 2013. Karena di situ ada lima pilar yang diberikan tugas dan tanggung jawab yaitu Badan Perencanaan Negara, Dishub, PU, Dinas Kesehatan, polisi dan Jasa Raharja," ujarnya usai peringatan HUT Lalu Lintas ke-62 di Aula Rumah Dinas Wakil Wali Kota Pontianak, Rabu (27/9).

Untuk mengurai kemacetan dan menjaga disiplin lalu lintas, tak jarang manual traffic light dimatikan. Besarnya volume kendaraan mau tidak mau diatur langsung oleh petugas.

"Jadi dengan kita manual itu, kita bisa mengatur setelah kosong baru kita kasih kesempatan lagi kendaraan yang padat untuk bisa lewat. Kalau tidak kita rekayasa seperti itu, itu tidak bisa bergerak kendaraan," katanya.

Salbiah menjelaskan, Pontianak sebagai kota besar, dilintasi tidak hanya Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya tapi juga ada dari kabupaten lain yang masuk. Bisa jadi, mereka yang di dAerah asal lalu lintasnya sepi, begitu masuk ke Pontianak tidak sadar sedang ada di kota besar.

Selain itu, pihaknya juga tidak henti melakukan pencegahan. Lima pilar yang disebut pertama mesti saling dukung. Sosialisasi pun terus dilakukan dengan menyasar masyarakat dan sekolah.

"Pencegahan itu yang kita utamakan selain kita melakukan penegakan hukum. Misalnya tilang, kemudian mengajukan perkara ke pengadilan yang terjadi dengan laka lantas. Nah kita tidak bekerja sendiri, kita berdayakan lima pilar itu," ucapnya.

Dia mengimbau masyarakat kabupaten yang melintas atau hadir di Kota Pontianak bisa menyesuaikan di mana dia berada. Siapa saja yang masuk kota, harus mengikuti aturan yang ada.

"Di Kota Pontianak karena memang volume kendaraannya tidak seperti kabupaten, agak lengang. Tapi kalau di tempat kita, satu saja kendaraan yang macet di daerah tol itu mengurainya bisa berjam-jam," pungkasnya.

Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengungkapkan, pihaknya intens berkoordinasi dengan Polresta dalam hal rekayasa lalu lintas. Pertambahan penduduk dan tingginya volume kendaraan turut berpengaruh pada kemacetan.

"Kita sekarang sedang upayakan mencari titik-titik, berbenah untuk melebarkan jalan, meningkatkan kualitas infrastruktur, membangun jalan baru, termasuk jalan paralel dan kita ingin mempercepat penyelesaian Jembatan Paralel Landak dan Kapuas 1. Itu salah satunya," ucapnya. 

Pihak Pemkot juga berupaya outer ring road bisa cepat terealisasi. Jalan ini bisa menjadi salah satu solusi untuk mengurai kemacetan kendaraan. Jalan-jalan lingkungan pun dilebarkan dan diperbaiki. Sehingga semua jalan terkoneksi dengan bagus. Diinginkan jalur kendaraan bisa terpecah atau terbagi. 

"Selanjutnya kita ke depan akan mengkaji sistem transportasi. Itu jangka menengah dan jangka panjang. Mudah-mudahan kalau ini terealisasi permasalahan Kota Pontianak bisa teratasi berkaitan dengan lalu lintas," pungkasnya. (bls/and)


  •