Kamis, 24 Oktober 2019


SSA dan GOR Pangsuma Terburuk se-Indonesia

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 2011
SSA dan GOR Pangsuma Terburuk se-Indonesia

PERLU PEMUGARAN – Kondisi Stadion Sultan Syarif Abdurrahman, dianggap sudah tidak layak oleh DPRD Provinsi Kalbar. Sarana olahraga utama di Kalbar ini, disebutkan perlu pemugaran. Dok SP

PONTIANAK, SP – Dua sarana dan prasarana olahraga utama di Kalimantan Barat, tercatat sebagai yang terburuk dari 34 provinsi di Indonesia. Keduanya yaitu Stadion Sultan Syarif Abdurrahman dan Gedung Olahraga (GOR) Pangsuma. 

Hal ini disampaikan oleh juru bicara Fraksi PDI Perjuangan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalbar, Eka Kurniawan saat pandangan umum fraksi terhadap Nota Keuangan dan RAPBD Provinsi Kalimantan Barat Tahun Anggaran 2018 di Balairung Sari, Gedung Dewan Kalbar, Rabu (27/9).

"Dapat kami sampaikan, bahwa keadaan Stadion Sultan Syarif Abdurrahman dan GOR Pangsuma saat ini adalah merupakan yang terburuk dari 34 provinsi yang ada di Indonesia," tegasnya di dalam rapat paripurna yang dihadiri Sekda Kalbar, M Zeet Hamdy Assovie itu.

Anggota Komisi V DPRD Kalbar ini mengatakan, sudah saatnya Stadion SSA dan lingkungan di sekitarnya serta GOR Pangsuma memerlukan rehabilitasi besar agar dapat dipergunakan seperti sebagaimana layaknya.

Kondisi yang tidak layak ini, sambung dia, berimplikasi terhadap dunia olahraga di Kalbar. Di mana beberapa waktu terakhir ini, olahraga Kalbar mengalami penurunan yang sangat signifikan.

"Fraksi PDI Perjuangan meminta Pemprov Kalbar serius memperbaiki dan meningkatkan fungsi dari sarana dan prasarana olahraga yang ada di Kalbar," katanya.

Selain soal Stadion SSA dan GOR Pangsuma, Fraksi PDI Perjuangan berharap Pemprov juga dapat memperhatikan lima hal lainnya yang telah disampaikan dalam rapat.

Pertama, berharap agar pada tahun anggaran 2018 pengerjaan seluruh ruas jalan provinsi dapat dioptimalkan. Sehingga semua ruas jalan provinsi, dapat segera dalam kondisi yang fungsional.

Kedua, berharap Pemda dapat menyiapkan langkah-langkah penanganan pasca banjir di daerah Ketapang, Landak, Sintang dan Kapuas Hulu.

"Terutama pemulihan kondisi lingkungan untuk daerah resapan air, fasilitas umum dan infrastruktur yang rusak akibat banjir, serta penanganan kesehatan dan sosial masyarakat yang terkena dampak bencana tersebut," kata Eka.

Ketiga, mengajak seluruh lapisan masyarakat bersama Pemda termasuk kabupaten/kota se-Kalbar, untuk bersama mendukung dan melakukan gerakan pencegahan, penanggulangan dan pemberantasan rabies dalam rangka mewujudkan Kalbar yang bebas rabies.

Keempat, mengharapkan Pemprov Kalbar mendukung pelaksanaan Pesparawi 2018 di Pontianak dan mendukung kontingen Kalbar pada Pesparani 2018 di Ambon.

Kelima, berharap agar Pemprov segera mempersiapkan Raperda terkait dengan urusan pemerintah yang menjadi kewenangan provinsi. "Seperti pertambangan dan kehutanan," pungkasnya. (umr/and)


  •