Rabu, 18 September 2019


Fasilitas Olahraga Kalbar Dinilai Buruk

Editor:

Admin

    |     Pembaca: 760
Fasilitas Olahraga Kalbar Dinilai Buruk

TAK DIRAWAT - Jalan dan area lokasi di sekitar Stadion Sultan Syarif Abdurrahman tak terurus dan rusak. Padahal fasilitas lapangan olahraga ini, merupakan tempat yang seharusnya dipelihara untuk membina prestasi bagi atlet-atlet di Kalbar. (Umr/SP)

PONTIANAK, SP – Kalimantan Barat minim fasilitas olahraga. Bahkan, dua fasilitas penting, seperti Stadion Sultan Syarif Abdurrahman dan Gedung Olahraga Pangsuma, dianggap sebagai fasilitas olahraga terburuk se-Indonesia.

Menanggapi hal itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalbar, Fachrudin Siregar, Kamis (28/9), mengatakan, “Perlu kepedulian bersama baik anggota dewan maupun pemerintah. Utamanya dalam meningkatkan prestani anak dalam dunia olahraga.”

Menurutnya, sejauh ini, perkembangan olahraga di Kalbar sudah cukup baik. Bahkan, tak sedikit atlet Kalbar yang memiliki prestasi di skala nasional. Seperti, Tarung Drajat, Bilyar, Anggar, Atletik dan lainnya, yang utamanya didukung dari sarana prasarana olahraga.

Menyoal Gedung Olahraga (GOR) Pangsuma, ia menilai kondisinya memang sudah tak layak untuk digunakan. Banyak terjadi kerusakan. Seperti, atap GOR bocor, jalan rusak, rumput tinggi karena tak dirawat, dan lainnya.

“Masih banyak lagi yang harus dilakukan perbaikan terhadap GOR,” ujar Fachrudin yang baru terpilih sebagai ketua KONI Kalbar, tahun 2017 ini.

Ia menjelaskan, dari pihak dewan sudah mengajukan perbaikan untuk GOR. Begitu pun dengan sarana dan prasarana olahraga lainnya. Sebab, prestasi yang baik tentu didukung dari sarana yang bagus pula.

“Sebagai pengguna sarana olahraga, KONI tentunya mendukung adanya perbaikan prasarana olahraga. Dengan demikian akan memicu atlet semakin lebih baik lagi dalam meningkatkan prestasinya,” ujarnya.

Sebelumnya, juru bicara Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Kalbar, Eka Kurniawan menegaskan, bahwa dua sarana dan prasarana olahraga utama di Kalbar, merupakan yang terburuk dari 34 provinsi di Indonesia.

Hal itu diungkapkannya saat pemandangan umum fraksi pada nota keuangan RAPBD Provinsi Kalimantan Barat TA 2018 di Balairung Sari, Gedung Dewan Kalbar, Pontianak, Rabu (27/9).

"Dapat kami sampaikan, bahwa keadaan Stadion Sultan Syarif Abdurrahman dan GOR Pangsuma saat ini adalah merupakan yang terburuk dari 34 provinsi yang ada di Indonesia," tegasnya di dalam rapat paripurna yang dihadiri Sekda Kalbar.

Anggota Komisi V DPRD Kalbar ini mengatakan, sudah saatnya Stadion SSA dan lingkungan di sekitarnya, serta GOR Pangsuma memerlukan rehabilitasi besar agar dapat dipergunakan seperti sebagaimana layaknya.

Kondisi yang tidak layak ini, berimplikasi terhadap dunia olahraga di Kalbar. “Di mana beberapa waktu terakhir ini, olahraga Kalbar mengalami penurunan yang sangat signifikan,” ujarnya.

Sebagai gambaran, pada Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XIX di Jawa Barat tahun 2016, Kalbar berada di posisi ke 22 dari 34 provinsi di Indonesia.  

Rombak Total

Anggota Komisi V DPRD Kalbar, Mad Nawir mengatakan, melihat kondisi Stadion Sultan Syarif Abdurrahman dan GOR Pangsuma yang sudah tidak layak, maka dibutuhkan perbaikan menyeluruh dua sarana dan prasarana olahraga tersebut.

"Kalau untuk GOR, yang dibutuhkan bukan hanya rehab, akan tetapi rombak total," ujarnya.

Menurutnya, apabila fasilitas olahraga yang menjadi kebanggaan masyarakat Kalbar ini hanya dilakukan sedikit perbaikan, maka ia memprediksi kondisinya tidak akan bertahan lama.

"Perbaikan yang hanya bersifat tambal sulam, tidak akan berlangsung lama," katanya.

Dengan kondisi tersebut, Nawir memandang wajar jika dua sarana olahraga milik Pemprov ini, dinilai terburuk dibanding sarana olahraga yang dimiliki provinsi lain yang jauh lebih baik.

"Menurut saya, GOR dan SSA sudah tidak layak pakai. Jangankan bertaraf nasional, taraf provinsi saja itu sudah tidak cocok lagi," ucapnya.

Ia mengungkapkan, bahwa pemerintah memang punya rencana untuk membangun sarana dan prasarana olahraga baru, yakni Sport Centre di Kabupaten Kubu Raya.

"Akan tetap sampai saat ini belum jelas kelanjutannya," pungkasnya.

Saat ingin dimintai keterangan di kantornya, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kalbar, Kartius, tidak berada di tempat. Menurut keterangan staf Disparpora, Kartius sedang berada di Jakarta.

Ketika dihubungi melalui teleponnya, ia tidak dapat dihubungi. (tim sp)