Rabu, 13 November 2019


Perbaikan Jembatan, Jalan Imam Bonjol Tutup Total

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 1114
Perbaikan Jembatan, Jalan Imam Bonjol Tutup Total

Perbaikan Jembatan Di Imam Bonjol Pontianak. Net

PONTIANAK, SP – Akses Jalan Imam Bonjol, bakal ditutup total guna memaksimalkan pembangunan Jembatan Bansir di jalan tersebut, mulai Senin (2/10) pekan depan. Penutupan akses jalan ini dilakukan hingga 51 hari ke depan. Keputusan tersebut diambil setelah rapat koordinasi instansi terkait di Ruang Rapat Wakil Wali Kota Pontianak, Kamis (28/9).

"Disepakati mulai 2 Oktober 2017 ditutup total dan hanya bisa dilewati roda dua, untuk roda empat silakan gunakan jalan alternatif lainnya," kata Kepala Dinas Perhubungan Pontianak, Utin Srilena Candramidi.

Kendaraan dari arah dalam kota bisa melewati Jalan Pahlawan - Jalan Veteran - Jalan Ahmad Yani - Jalan Daya Nasional -
Jalan Imam Bonjol. Sementara kendaraan dari arah luar kota atau Kabupaten Kubu Raya, dapat memilih jalan alternatif melalui Jalan Alianyang (KKR Kodam) - Jalan Adisucipto (Soedarso) - Jalan Imam Bonjol - Jalan Abdul Saleh (BLKI) - Jalan Ahmad Yani. 

Sementara khusus kendaraan bertonase besar, hanya boleh beroperasi mulai pukul 21.00 sampai 05.00 WIB. Itu pun hanya boleh 20 feet termasuk fuso.

"Tolong gunakan jalan alternatif, Tanjung Harapan, Sungai Raya atau masuk outer ringroad Sungai Raya dan Perdana," imbuh Utin.

Utin meminta masyarakat dapat memahami kondisi ini. Keadaan ini sifatnya darurat. Jika tidak dilaksanakan, bisa jadi Jembatan Bansir tidak akan terealisasi di tahun ini, dan tidak menutup kemungkinan di tahun depan bisa berlanjut.

"Jadi diharapkan mengertilah dari pihak-pihak terkait, mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik. Ini juga jangan sampai molor," tegasnya.

Dia menambahkan, Jalan Ahmad yani akan menjadi muara dan sudah pasti terjadi kemacetan. Walau demikian, dia menegaskan kemacetan itu sifatnya bukan permanen, tapi temporer.

Forum ini dihadiri pihak Ditlantas Polda Kalbar, Satlantas Polresta Pontianak, Dishub Provinsi Kalbar dan kota serta dari pengelola transportasi darat, kemudian dari bagian hukum dan dari PU Provinsi.

“Setelah kami diskusi dan debat panjang, akhirnya kami memutuskan harus ditutup total karena ada beberapa hal, agar tidak terjadi yang tak diinginkan, akhirnya pelaksana meminta ditutup. 51 hari itu maksimal, bisa saja minimal," pungkasnya. 

Kasi Pembinaan Perencanaan Jalan, Jembatan Bidang Bina Marga PU Kalbar, Manuel Mitjang berharap proyek perbaikan Jembatan Bansir sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan di dalam kontrak. 

"Mudah-mudahan masyarakat dapat memahami karena ini memang kami berkonsentrasi kepada keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.

Dia menerangkan akan mengutamakan keselamatan kerja dalam pelaksanaan proyek ini.

“Jadi hal-hal yang menyangkut keselamatan kerja yang kami utamakan dalam pelaksanaan pembangunan jembatan ini, memang efeknya terjadi kemacetan, tidak kami harapkan," jelasnya. (bls/and)


  •