Dewan Desak Pemprov Tuntaskan Polemik Perumnas IV

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 542

Dewan Desak Pemprov Tuntaskan Polemik Perumnas IV
Ilustrasi
PONTIANAK, SP – DPRD Kalbar akan mendesak Pemerintah Provinsi Kalbar, agar segera menyelesaikan polemik tapal batas Perumas IV di Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak dengan Kabupaten Kubu Raya. 

Hingga kini, wilayah tersebut tak kunjung ada kejelasan, apakah Perumnas IV masuk dalam wilayah Kota Pontianak atau Kabupaten Kubu Raya. Sehingga beberapa waktu lalu, terjadi demo oleh ratusan warga setempat.

"Pertama, kami perlu mengundang berbagai pihak. Kedua, memberikan tekanan (kepada eksekutif) supaya segera diselesaikan," ujar Wakil Ketua DPRD Kalbar Suriansyah, di Gedung DPRD Kalbar, kemarin.

Dalam aksinya, warga meminta legislatif membantu mereka untuk menyelesaikan batas wilayah. Mereka menuntut agar Perumnas IV masuk ke wilayah Kota Pontianak.

Suriansyah mengatakan, pihaknya belum menindaklanjutinya. Pasalnya, ada beberapa hal yang perlu dikaji.

"Kami kan berpatokan pada data yang ada, seperti citra satelit, batas-batas wilayah. Jadi itu tidak bisa berdasarkan keinginan warga, tapi berdasarkan hal yang benar. Nah, itu yang perlu dikaji lagi," terangnya.

Tuntutan warga, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Nomor 307 Tahun 2010, di mana Perumnas IV bagian dari Kota Pontianak, bukan wilayah Kabupaten Kubu Raya.

"Nah, makanya itu akan dikaji. Akan kita kaji, kita minta Biro Hukum untuk melihat apakah benar seperti itu, dan mana yang benar. Bisa saja salah satu ada kesalahan," kata Suriansyah.

Sebelumnya, Kepala Biro Pemerintahan Setda Kalbar, Yohanes Budiman menuturkan, bahwa pihaknya saat ini masih berupaya menyelesaikan masalah batas wilayah di Kalbar, termasuk di Perumnas IV. "Kami mengejar agar tahun ini Perumnas IV bisa selesai," ujarnya.

Dia mengungkapkan, telah menurunkan tim dengan melibatkan pihak Pemkot Pontianak dan Pemkab Kubu Raya.

"Tim yang turun ke lapangan, melakukan pemetaan dengan menggunakan kecanggihan teknologi. Melihat batas wilayah dengan menggunakan titik koordinat," jelasnya. (umr/and)

Komentar