Selasa, 15 Oktober 2019


Imigrasi Dalami Dokumen Kerja 41 WNA Asal Tiongkok

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 543
Imigrasi Dalami Dokumen Kerja 41 WNA Asal Tiongkok

Ilustrasi

PONTIANAK, SP – Kepala Divisi Keimigrasian, Kantor Imigrasi Kelas I Pontianak, Achmad Samadan mengatakan, pihaknya masih mendalami dokumen 41 Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok yang ditemukan bekerja di PT Conch, Desa Wajok, Kabupaten Mempawah oleh anggota Ditpolair Polda Kalbar, Senin (2/10).

Menurutnya, dari hasil penyidikan sementara, ke-41 WNA tersebut hanya memiliki izin tinggal. Sementara izin sebagai Tenaga Kerja Asing (TKA) belum dapat dibuktikan oleh WNA tersebut.

"Izin tinggal WNA ini ada dan masih berlaku. Sebagian besar dari mereka masuk ke Kalbar menggunakan izin kunjungan. Namun, saat ditemukan  mereka melakukan kegiatan bekerja. Sehingga kami membutuhkan bukti lain soal ada tidaknya izin kerjanya. Ini yang kita dalami," kata Achmad, Selasa (3/10).

Dia mengungkapkan, berdasarkan hasil interogasi oleh pihaknya diperoleh informasi bahwa, puluhan WNA asal Tiongkok itu sudah satu bulan berada di PT Conch. Keberadaan WNA di perusahaan tersebut diduga kuat sebagai pekerja. 

Namun sampai saat ini, belum dapat diketahui secara pasti, WNA tersebut bekerja sebagai apa di perusahaan itu. 

"Ini yang masih kita dalami. Sementara keterangan yang diperoleh dari sponsor, keberadaan yang bersangkutan antara satu bulan berada di sini. Sebagaian besar mereka  masuk ke Kalbar lewat Jakarta," ungkapnya. 

Achmad menegaskan, jika ke-41 orang WNA tersebut terbukti melakukan kegiatan yang tak sesuai dengan izin tinggal berdasarkan dokumen keimigrasian saat masuk ke Kalbar, maka akan dikenakan Undang-undang Keimigrasin Nomor 6 Tahun 2011 Pasal 122. "Kalau memang terbukti akan dikenakan pasal ini," tegasnya. 

Sebagaimana diketahui, ke-41 WNA asal Tiongkok ini sebelumnya diamankan oleh anggota Direktorat Pol Air Polda Kalbar di Desa Wajok km 14, Kabupaten Mempawah, tepatnya di lokasi PT Conch (Perusahaan Semen). 

Setelah diperiksa oleh polisi ternyata hanya lima orang di antara mereka yang memiliki dokumen keimigrasian. Sementara selebihnya tidak ada. 

Atas hal itu, puluhan WNA tersebut pun langsung diamankan ke Mapolda Kalbar, pada Senin (2/10) malam. Selanjutnya dikoordinasikan dengan pihak Imigrasi Pontianak untuk dilakukan penanganan lebih lanjut. (abd/and)


  •